B. DEFINISI MISKIN (BPS) 
    Miskin adalah kondisi kehidupan yang serba kekurangan yang dialami 
seseorang atau rumahtangga sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan minimal/yang 
layak bagi kehidupannya. 

 

Rumah di pinggir kali di Jakarta. (2004)

Pendekatan BKKBN 
1).  Kriteria Keluarga Prasejahtera dan Sejahtera I : 
     a) Seluruh anggota keluarga melaksanakan ibadah 
         agama 
     b) Seluruh anggota keluarga makan minimal 2 kali 
     sehari 
     c)  Seluruh anggota keluarga punya pakaian     
          berbeda untuk aktifitas berbeda 
     d) Sebagian besar lantai bukan dari tanah 
     e) Anak sakit berobat di fasilitas kesehatan dan 
       Pasangan Usia Subur (PUS) menggunaan KB 
         modern 

http://lampost.co/berita/orang-miskin-mengerucut-jadi-29-juta-jiwa

2012-12-26 01:41:00

Orang Miskin Mengerucut Jadi 29 Juta Jiwa
JAKARTA (Lampost.Co): Upaya menurunkan kemiskinan memang membuahkan hasil namun 
masih berjalan lamban. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, peduduk 
miskin di Indonesia per Febuari 2004 sebanyak 36,1 juta jiwa (16,6%). Pada 
Maret 2012 jumlahnya mengerucut jadi 29,13 juta jiwa (11,96%).

Sayangnya, dari tahun ke tahun laju pengentasan orang miskin kian melambat. BPS 
mencatat pada 2008-2009 angka kemiskinan berkurang 2,5 juta jiwa. Namun 
semenjak 2009-2012 rata-rata pengurangan menjadi turun dengan 1 juta-1,5 juta 
jiwa per tahun.

Adanya perlambatan tentu kontras dengan kucuran anggaran pemerintah bagi 
penanggulangan kemiskinan dari APBN yang selalu bertambah setiap tahunnya. Jika 
pada 2004 anggaran penanggulangan kemiskinan sebesar Rp374 triliun, maka pada 
2012 anggaran melonjak delapan kali lipat menjadi Rp1.548 triliun.

Berkenaan dengan keadaan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan 
Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono membenarkan memang ada sedikit perlambatan 
dalam program penanggulangan. Perlambatan ini, katanya, mengancam target 
pemerintah yang menetapkan angka kemiskinan hanya 8% di 2014.

"Saat ini per tahun penurunan kemiskinan hanya sekitar 0,8%. Padahal kalau 
ingin mencapai target 8%, rata-rata penurunan kemiskinan harus 1%," ujar Menko 
Kesra melalui surat elektronik yang diterima kemarin.

Menko berdalih, penurunan kemiskinan mengalami perlambatan lantaran sepanjang 
tahun terakhir negeri kita banyak dilanda bencana alam. Selain itu perubahan 
iklim yang ekstrem juga menyebabkan beberapa wilayah mengalami gagal panen.

Berkenaan dengan melandainya laju grafik penurunan kemiskinan, Menko mengatakan 
pemerintah telah melakukan sejumlah langkah percepatan untuk menekan laju 
pertumbuhan kemiskinan. Dengan sejumlah langkah percepatan ini, dirinya optimis 
diakhir 2012 angka kemiskinan sudah berada di bawah 10%. MI/U-4


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke