Ref: Golkar juara korupsi nomor wahid untuk 2012, lantas urutan nomor dua dan 
seterusnya partai terkorupsi, partai-partai mana? Ataukah hanya anggota Golkar 
saja yang korupsi, sedangkan anggota partai seperti PD, PDIP, NU etc tidak ada 
yang korupsi. Mungkin karena jago korupsi, maka oleh karena itu petinggi partai 
ingin menduduki kursi presiden pada pemilihan umum yang akan datang. Apakah 
menurut Anda  kalau anggota Golkar menjadi presiden maka korupsi akan berkurang 
atau sama sekali lenyap di NKRI?

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=40707




Partai Golkar Terkorup Selama 2012

JAKART, AE. — FMC - Kader Partai Golkar merupakan yang terbanyak melakukan 
tindak pidana korupsi selama tahun 2012. Disusul Partai Demokrat, kemudian 
Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).


"Kader Partai Golkar yang banyak terjerat kasus korupsi ada 14 kader. Diposisi 
kedua, Partai Demokrat dengan 10 kader, dan disusul PAN dan PDIP dengan 8 
kasus," kata Apung Widadi, Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption 
Watch (ICW) di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Jumat, 28 Desember.

Sepanjang tahun 2012, ICW telah mencatat terdapat 52 kader partai politik yang 
terjerat kasus korupsi. "Kita mencatat ada 52 kader parpol yang terjerat 
korupsi, yang 21 dari kalangan DPR dan mantan DPR dan DPRD, 21 dari kepala 
daerah, 2 pengurus partai, dan 1 menteri aktif," ungkap Apung.

Lebih lanjut dirinya menyimpulkan, kasus korupsi tersebut kebanyakan digunakan 
untuk pendanaan Pemilu 2014 mendatang. "Disinyalir muara dari kasus korupsi 
politik diatas adalah pada pendanaan politik Pemilu 2014. Pendanaan politik 
masih bertumpu pada uang-uang haram yang bersumber dari korupsi," pungkasnya. 
Selain dari kalangan legislatif, ICW juga mencatat kepala daerah yang terjerat 
kasus korupsi selama tahun 2012, yaitu sebanyak 24 kepala daerah.

"Secara keseluruhan ada 24 kepala daerah yang diproses hukum karena kasus 
korupsi, ada 7 orang berasal dari Partai Golkar, 6 orang dari Partai Demokrat, 
Gerindra ada 3 orang, PDI Perjuangan ada 4 orang, PAN ada 3 orang, PKB 2 orang, 
dan PKS 2 orang," kata Apung.

Sejumlah kepala daerah yang tersandung kasus korupsi yang perkaranya ditangani 
KPK, misalnya, mantan Bupati Buol Amran Batalipu dari Partai Golkar yang 
terjerat kasus penerbitan Izin Usaha Perkebunan dan Hak Guna Usaha PT Citra 
Cakra Murdaya di Buol, mantan Wali Kota Cilegon Tubagus Aat Syafaat dari Partai 
Golkar dalam kasus tindak pidana korupsi pembangunan dermaga trestle (tiang 
pancang) Kubangsari, Kota Cilegon.

Selanjutnya mantan Bupati Seluma Murman Effendi dari Partai Demokrat yang 
menyuap 27 anggota DPRD Kabupaten Seluma periode 2009-2014 yang telah divonis 
dua tahun penjara serta mantan Wali Kota Semarang Soemarmo (PDI Perjuangan) 
dalam kasus suap ke anggota DPRD Kota Semarang terkait pembahasan Anggaran 
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang 2011-2012 yang juga telah 
dihukum 1,5 tahun penjara."Kepala daerah banyak terjerat korupsi terkait dana 
bantuan sosial dan hibah," tambah Apung.

Ia juga menyoroti kasus korupsi Bupati Buol Amran Batalipu yang ditangkap 
karena adanya pengusaha yang menyumbang dana kampanye secara ilegal. "Amran 
dijerat dengan pasal penerima suap, tapi pelanggaran dana kampanyenya tidak 
ditindaklanjuti lebih jauh," ungkap Apung.

Selain kepala daerah, ICW juga mencatat ada 25 anggota DPR dan DPRD yang 
terjerat kasus korupsi 2012."Dari catatan tersebut Golkar menempati urutan 
perama dengan tujuh kasus, disusul PAN lima orang dan Demokrat dan PDIP 
masing-masing empat orang, secara keseluruhan banyak kasus korupsi yang 
menjerat anggota anggota DPR/DPRD karena kasus mafia anggaran dan bantuan 
sosial," tambah Apung.

ICW menilai bahwa para politisi tersebut kerap terjerat korupsi karena 
melakukan penyalangunaan kekuasaan sebagai penentu alokasi anggaran (mafia 
anggaran)."Mafia anggaran menjadi modus yang paling banyak dalam korupsi 
anggota DPR dan DPRD, selanjutnya pembagian proyek serta bantuan sosial dan 
hibah," jelas Apung.

ICW merekomendasikan untuk mengurangi praktek korupsi maka pembahasan dan 
penetapan APBN 2013 harus transparan dan akuntabel agar meminimalkan 
proyek-proyek siluman dalam logistik mafia anggaran.(fmc)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke