http://www.equator-news.com/skak/20130104/menara-pisa-mereng-20-cm-jak-ndak-ape-ape


Jumat, 4 Januari 2013 
Menara Pisa Mereng 20 Cm Jak Ndak Ape-ape 
Tahukah Anda, menara Masjid Raya Mujahidin bakal jadi keajaiban dunia yang 
baru. Paling tidak itu dirasakan oleh Walikota Sutarmidji yang jelang pilwako 
2013 semakin gemar bercanda. Dia bercerita kepada Rakyat Kalbar, di sela-sela 
kesibukannya terkait miringnya menara Masjid Mujahidin. Pria yang akrab disapa 
Midji itu menganggap miringnya menara masjid kebanggaan umat, itu bukan masalah 
yang rumit.

“Menara ndak ape-ape, karena Menara Pisa juga mereng 20 cm jak ndak ape-ape,” 
ungkapnya selembe usai menjadi pembina upacara Hari Amal Bhakti Kementrian 
Agama yang dipusatkan di halaman MTsN 1 Jalan Alianyang Pontianak, Kamis (3/1).

Tapi beda ketika bicara soal tersendatnya pembangunan Masjid Agung Pontianak. 
Dengan nada lebih serius, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung itu 
menjelaskan bahwa PT (Persero) Adhi Karya, kontraktor sebelumnya, bukan di-PHK. 
Namun, sesuai dengan kontrak kerja, pihak Adhi Karya telah menyelesaikan 
pekerjaannya dan Panitia Pembangunan Masjid Agung Pontianak berhak mengganti 
kontraktor untuk kelanjutan pembangunannya.

“Bukan di-PHK, tetapi kesepakatan Pemkot dengan pihak Adhi Karya untuk 
mengganti kontrak kerja. Karena pihak Adhi Karya meminta kami untuk membayar 
cash Rp25 miliar. Tetapi karena tidak sesuai dengan kontrak kerja dan daripada 
berlarut-larut, pihaknya juga ingin mengakhiri, makanya kami ganti,” kata Midji.

Orang nomor satu di Pemkot Pontianak ini pun meyakinkan tidak ada kendala lain 
terhadap pengerjaan Masjid Agung. Bahkan Ketua Harian Pembangunan Masjid Agung 
itu berani menjamin rampung 2013 ini. “Saya jamin, tahun ini selesai,” tegasnya.

Terhadap pengganti Adhi Karya, diakui Midji, saat ini pihak panitia telah 
menunjuk perusahaan bonafide yang akan meneruskannya. Salah satunya masuk dalam 
kepanitiaan Masjid Mujahidin. “Jadi perusahaan ini kita gunakan untuk payung 
hukum, namun tidak ada keuntungan yang diambil dan pihak yang bersangkutan 
sanggup untuk menalangkan seandainya dana yang dimiliki belum terkumpul,” 
tuturnya.

Dana yang telah dikeluarkan, diakui Midji, sebesar Rp28 miliar termasuk uang 
muka dua kali termin Adhi Karya dan sisa dana saat ini senilai Rp20 miliar.

“Adhi Karya telah menyelesaikan struktur fondasi dan pekerjaan yang berat sudah 
selesai tinggal pekerjaan yang tidak terlalu berat. Termasuk kubah yang sudah 
dipesan, termasuk marmer juga kaca, dan saya yakin Lebaran sudah bisa 
difungsikan,” janji Midji. (dna)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke