http://www.gatra.com/ekonomi/22814-kemenpera-realisasikan-77,56-anggaran-perumahan.html
Kemenpera Realisasikan 77,56% Anggaran Perumahan a.. Minggu, 06 Januari 2013 12:09 Djan Faridz [ketiga dari kanan] (GATRAnews/Arief Prasetyo) Jakarta, GATRAnews - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menyatakan optimis program pembangunan perumahan di Indonesia pada 2013 akan terlaksana dengan baik. Ia meminta pemangku kepentingan bidang perumahan baik dari kalangan asosiasi pengembang, perbankan, serta masyarakat luas bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan pasokan rumah yang layak huni untuk masyarakat. Hal ini terungkap dalam acara Kinerja dan Outlook 2013 Kementerian Perumahan Rakyat, di Kantor Kemenpera, Jakarta, Jumat (4/1). Djan Faridz menerangkan, jajaran pegawai di lingkungan Kemenpera tetap berusaha sebaik mungkin melaksanakan tugas pokoknya dengan baik, meski sempat beredar pemberitaan negatif terkait kinerja kementerian yang dipimpinnya. Untuk itu, Kemenpera akan terus menggandeng semua pihak agar terus mendukung serta mendorong program perumahan di Indonesia. Adanya pemberitaan tentang kinerja tentang perumahan rakyat di media tersebut, imbuhnya, akan semakin menambah semangat dirinya agar lebih bekerja lebih baik lagi. “Saya harap media tidak hanya memberitakan kinerja Kemenpera yang negatif saja. Jika ada prestasi dari Kemenpera yang berhasil tentu juga harus diberitakan juga,” kata Djan. Berdasarkan data Kemenpera, telah terealisasi anggaran sekitar Rp 3,981 triliun atau sekitar 77,56 persen dari total anggaran DIPA Kemenpera yakni Rp 5,133 Triliun. Hal tersebut lebih baik daripada realisasi tahun 2011 sebesar 70,61 persen. Total anggaran Kemenpera tersebut tidak termasuk Anggaran Ciliwung yang dibintang sebesar Rp 600 miliar, Anggaran yang dibiayai dengan PNBP sebesar Rp 179 Miliar, Anggaran Dekonsentrasi di 33 Provinsi sebesar Rp 16 Miliar, Anggaran hasil Tunjangan Kinerja Remunerasi 2012 sebesar Rp 24,3 Miliar. Menpera menjelaskan, penyediaan perumahan merupakan salah satu masalah yang harus mendapat perhatian dari semua pihak. Berdasarkan data yang ada di Kemenpera, angka kekurangan rumah (backlog) perumahan Tahun 2010 lalu sudah mencapai 13,6 juta rumah. Sedangkan rumah yang dibangun oleh rumah tangga miskin yang tidak layak huni hanya 7,9 juta unit. Adapun luas permukiman kumuh pada Tahun 2011 mencapai angka 59.000 hektar. Pada tahun 2012 Kemenpera juga telah berhasil melaksanakan beberapa program kerja. Pertama adalah pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang terkontrak untuk tahun 2012 berjumlah 217 twin block (TB). Total penerima Rusunawa untuk TNI 56 TB, Polri 28 TB, Pekerja/ Buruh 23 TB, Mahasiswa 32 TB dan santri pondok pesantren 78 TB. “Untuk total anggaran pembangunan Rusunawa tahun 2012 berhasil direalisasikan sekitar Rp 1,0018 T atau 87,97 persen dari anggaran sekitar Rp 1,1387 T,” ujarnya. Sedangkan untuk program penyediaan rumah untuk masyarakat beRp enghasilan rendah di Provinsi NTT dari target pembangunan rumah khusus 7.762 unit berhasil direalisasikan 2.334 unit. Untuk target rumah swadaya 15.255 unit berhasil direalisasikan 14.747 unit. Total anggaran dari APBN 2012 untuk program pembangunan yang berjumlah Rp 765,9 miliar berhasil direalisasikan sekitar Rp 321,6 Miliar atau sekitar 42 persen. (TMA/AP) [Non-text portions of this message have been removed]
