http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/01/09/mgcttn-aceh-punya-hak-dan-kebudayaan-sendiri
Aceh Punya Hak dan Kebudayaan Sendiri Rabu, 09 Januari 2013, 18:48 WIB Antara/Rahmad Seorang wanita duduk di sepeda motor seperti halnya pria, saat melintas di depan Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Senin (7/1). REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Priyo Budi Santoso, dinilai tidak tahu tugasnya saat mengomentari aturan Pemerintah Kota Lhokseumawe tentang larangan “ngangkang”. Demikian ditegaskan aktivis kebudayaan di Pusat Kebudayaan Aceh Turki, Thayeb Loh Angen. “Permintaan pembatalan aturan tersebut bukan bidang Priyo,” ujarnya ketika ditemui kontributor ROL, Teuku Zulkhairi, di Banda Aceh, Rabu (9/1). Menurutnya, hal itu menandakan seorang sekaliber Wakil Ketua DPR RI tidak tahu tentang keberagaman budaya di Indonesia. “Sebaiknya Priyo urus partai Golkar yang kantornya bermasalah. Aneh jika seorang Wakil Ketua DPR RI mengkritisi aturan Lhokseumawe,” sindir Thayeb. “Tampaknya politisi tersebut belum tahu apa tugasnya. Ia harus belajar banyak tentang kebudayaan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Sastra Hamzah Fansuri ini. Menurut Thayeb, antara tugas wakil Ketua DPR RI dan pemerintah Lhokseumawe tidak ada hubungan. Walikota Lhokseumawe dipilih oleh mayoritas penduduk setempat dan dilantik oleh Gubernur Aceh. “Wajar saja negeri ini sudah lama tak jelas arah, ya politisinya saja macam itu. Apa Priyo itu tidak diberitahukan tentang keberagaman di Indonesia?” sengitnya. “Kalau mau menanggapi aturan tersebut, sebaiknya Priyo ke Lhokseumawe dulu! Agar tahu kebudayaan Aceh dan mengapa larangan tersebut diterapkan. Ini seumpama ayam yang ketakutan melihat bebek berenang,” ujarnya. Thayeb meminta Ketua DPR RI dan partai pengusung Priyo sebaiknya menegur politisi tersebut agar mengurus tugasnya semata. Menteri Dalam Negeri, kata Thayeb, sudah sepatutnya setuju dengan aturan tersebut. Sebab, Aceh juga Lhokseumawe, punya hak dan kebudayaan tersendiri Berita Terkait Bachtiar Nasir: Yenny Wahid tak Paham Syariat! Seruan Walikota Lhokseumawe Soal 'Ngangkang' 'Pihak Luar Jangan Sibuk Urus Aceh' Seruan 'Anti-ngangkang' Hak Walikota Lhokseumawe Rakyat Aceh Minta Pihak Luar Hormati Kearifan Lokal [Non-text portions of this message have been removed]
