http://lampost.co/berita/tidak-percaya-politikus


2013-01-13 06:01:00

Tidak Percaya Politikus!
H. Bambang Eka Wijaya

BUS rombongan politikus meninjau kantong kemiskinan di daerah terpencil 
mengalami musibah. Tapi baru setelah hari ketiga tak ada kabar dari rombongan, 
barulah orang di Ibu Kota menduga ada yang tak beres! Pencarian pun dilakukan.

Karena tujuannya jelas, heli pencari segera menemukan lokasi kecelakaan bus. 
Namun, ketika mendarat mereka terkejut, jenazah para politikus sudah dimakamkan 
warga daerah terpencil itu.

"Karena sudah tiga hari meninggal, kalau tak dikebumikan jadi bangkai!" jelas 
warga pada tim pencari. "Semua kami beri tanda dengan tulisan namanya, sesuai 
identitas di saku!"

"Apakah bisa dipastikan semua politikus tewas dalam kecelakaan ini?" tanya tim 
pencari.

"Sebenarnya ada juga yang mengaku belum meninggal!" jawab warga. "Tapi Bapak 
tahu sendirilah, perkataan politikus sering tak bisa dipercaya!"

"Waduh!" entak tim pencari. "Bapak-bapak bisa dapat masalah! Kalian harus 
buktikan bahwa perkataan politikus tak bisa dipercaya!"

"Gampang! Buktinya banyak! Terutama dalam kasus korupsi!" tegas warga. "Saat 
disebut tersangka korupsi dirinya terlibat, mereka membantah dengan melecehkan 
tersangka sebagai pembohong, lalu menyatakan ucapan tersangka itu tak bisa 
dipercaya! Tapi setelah dirinya dapat giliran dijadikan 

tersangka oleh KPK dan kasusnya disidangkan, pengadilan membuktikan bersalah 
dan dijatuhi hukuman penjara maupun denda! Semua kasus politikus yang 
sedemikian jelas membuktikan, perkataan politikus tak bisa dipercaya!"

"Tapi tak bisa disamaratakan semua politikus tak bisa dipercaya!" tegas tim. 

"Seperti para politikus yang memilih meninjau kantong kemiskinan di daerah 
terpencil ini, justru ketika rekan-rekan politikus lainnya ramai-ramai studi 
banding akal-akalan ke luar negeri, seperti studi peternakan ke Kota Paris yang 
tak ada ternaknya! Dengan itu asumsi warga daerah ini mengenai politikus bisa 
keliru!"

"Tentu saja bisa keliru!" timpal warga. "Tapi kerja politik bergantung pada 
mayoritas! Setiap putusan sesuai kehendak mayoritas yang tak bisa dipercaya 
itu! Hasil kunjungan minoritas ke kantong kemiskinan yang dilakukan setiap 
priode pun tak mengubah nasib warga miskin, karena prioritasnya disisihkan 
mayoritas!" *** 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke