http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/15/2/122976/Kecelakaan-Kerja-di-Indonesia-masih-Tinggi
Kecelakaan Kerja di Indonesia masih Tinggi Selasa, 15 Januari 2013 | 17:46 WIB ANT Metrotvnews.com, Jakarta: Tingkat kecelakaan kerja dan berbagai ancaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Indonesia masih cukup tinggi. Berbagai kecelakaan kerja masih sering terjadi dalam proses produksi terutama di sektor jasa konstruksi. Berdasarkan laporan International Labor Organization (ILO), setiap hari terjadi 6.000 kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban fatal. Sementara di Indonesia setiap 100 ribu tenaga kerja terdapat 20 korban yang fatal akibat kecelakaan kerja. Tak hanya itu, menurut kalkulasi ILO, kerugian yang harus ditanggung akibat kecelakaan kerja di negara-negara berkembang juga tinggi, yakni mencapai 4% dari produk nasional bruto (PNB). Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan seluruh pihak harus mulai melakukan upaya dan kerja keras di tahun 2013 agar penerapan sistem manajemen K3 (SMK3) di setiap jenis kegiatan usaha dan berbagai kegiatan masyarakat dapat menekan angka kecelakaan kerja. "Kita terus mendorong partisipasi para pimpinan perusahaan dan pekerja untuk bersatu padu bersama pemerintah dan masyarakat luas agar terus berusaha mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan melaksanakan agar budaya K3 di seluruh level kehidupan masyarakat kita," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/1). Penerapan budaya K3 harus diintegrasikan pada setiap jenjang manajemen perusahaan, sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja. Integrasi penerapan budaya K3 di perusahaan dapat dilakukan melalui pendekatan prinsip-prinsip manajemen agar tidak hanya mengurangi kecelakaan kerja, tapi juga menekan tingkat keparahan dan pencapaian kecelakaan nihil. Sebelumnya, Muhaimin pernah mengatakan jumlah angka kecelakaan kerja masih cukup tinggi. Pada tahun 2011 tercatat 96.314 kasus dengan korban meninggal 2.144 orang dan mengalami cacat sebanyak 42 orang. Diperkirakan, kerugian akibat kecelakaan mencapai Rp280 triliun per tahun. "Tahun lalu masih banyak korban. Yang didominasi sektor konstruksi. Kita ingin tahun ini menurun hingga sampai ke zero accident di dunia industri," kata dia. (Atp/OL-9) [Non-text portions of this message have been removed]
