Sudah waktunya rakyat harus menyudahi canda2 ini, dan mendesak hukuman2 yang seberat-beratnya , lebih berat dari hukuman mati!
Salam Dr.Irawan. 2013/1/14 Al Faqir Ilmi <[email protected]> > ** > > > Pemerkosaan bukanlah sebuah candaan !!! > > Calon hakim agung M. Daming Sanusi dalam fit and proper test di hadapan > Komisi III DPR melontarkan statement yang sangat tidak manusiawi dan > tidak sepantasnya diungkapkan oleh seorang aparat penegak hukum. Seorang > calon hakim agung, wakil Tuhan, melontarkan candaan bahwa pemerkosa > tidak perlu dihukum mati karena si pemerkosa dan yang diperkosa > sama-sama menikmati. Anggota Komisi III DPR tertawa. TERTAWA. Tanpa ada > satu orang pun yang tergerak menegur. > > Dengan maraknya kasus > kekerasan seksual akhir-akhir ini, alangkah tidak sensitifnya pernyataan > tersebut. Bagaimana mungkin warga negara ini bisa merasa aman dan > mendapatkan perlindungan bila penegak hukumnya sendiri menjadikan tindak > perkosaan sebagai bahan candaan. > > Ketika India meneriakkan 'NO MORE', Indonesia tidak terlalu bergeming > meskipun seorang bocah usia 11th harus menukar nyawanya untuk mengetuk > pintu hati dan membuka mata banyak orang. > > Rape is NOT a joke. Rape is NEVER a joke. > > Mungkin Anda tidak peduli karena tidak ada orang dekat Anda yang > mengalami. Tapi pernyataan Daming Sunusi adalah state violence. > Kekerasan negara terhadap rakyatnya. > > Enough is enough. Saya > tidak akan berdiam diri. Saya akan melawan. Karena saya adalah warga > negara dan saya menuntut hak saya untuk dilindungi. Dan saya menuntut M. > Daming Sunusi meminta maaf kepada publik secara terbuka. > > Bila Anda peduli, silakan share postingan ini kepada teman dan keluarga. > Saatnya bersuara. Saatnya memecah kebisuan. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
