Ref: Kalau rekning DPR gendut bin gemuk  tidak mengherankan, sebab itu hal 
ikwal biasa bagi  Dewan Penipu Rakyat yang senentiasa  harus menuai panen 
korupsi.

http://www.shnews.co/detile-13330-rekening-gendut-dpr-dan-elektabilitas-parpol-.html

Rekening Gendut DPR dan Elektabilitas Parpol 
Moh Yamin* | Sabtu, 12 Januari 2013 - 10:28:04 WIB

: 192 




(dok/ist)
Ilustrasi. 
Anggota dewan justru menjadi contoh sangat telanjang bulat yang sudah menilep 
uang rakyat.


Temuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang membeberkan ada 
sejumlah anggota dewan di Senayan, termasuk anggota dewan di daerah, yang 
memiliki rekening gendut alias mencurigakan baru-baru ini menjelang akhir 2012 
menunjukkan korupsi ternyata terus menggurita. Hal tersebut sepertinya akan 
semakin menggurita di tahun 2013 ini. 

Korupsi akan terus berlangsung dengan sedemikian masif dengan mengorbankan 
kepentingan rakyat. Uang negara yang seharusnya dimuarakan dalam rangka 
pembangunan kehidupan rakyat kemudian akan terus mengalami kegagalan dengan 
sedemikian rupa. Tidak akan pernah ada implimentasi sangat serius untuk 
menjadikan uang negara untuk bisa dipersembahkan demi pembangunan. 

Oleh karenanya, alih-alih mengatakan pemberantasan korupsi sepanjang 2012 sudah 
banyak memberikan kepuasan terhadap publik, rakyat di republik ini justru 
sangat kecewa. Anggota dewan justru menjadi contoh sangat telanjang bulat yang 
sudah menilep uang rakyat demi kepentingan sektoral yang tidak pernah memiliki 
hubungan sangat signifikan bagi pembangunan kehidupan rakyat. 

Kondisi ini semakin mempertontonkan bahwa pemberantasan korupsi seakan dibikin 
dengan dunia sandiwara. Ringkasnya, memberantas korupsi dan mengadili para 
koruptor sangat kesulitan dilakukan. 

Menyeret para anggota dewan butuh perjuangan sangat keras, dan itu pun selalu 
penuh dengan hambatan di pelbagai hal. Entah alasan apa yang mendasarinya, yang 
pasti, pemberantasan korupsi selalu berhenti di tengah jalan, macet, dan 
stagnan ketika dihadapkan dengan siapakah yang diselidiki, disidik, dan akan 
diseret ke meja hijau pengadilan, terlepas juga sudah ada sejumlah anggota 
dewan yang sudah masuk penjara. 

Dengan demikian, pemberantasan korupsi pun mati kutu dan kehilangan nalar 
kekuatannya untuk berkiprah demi membebaskan uang negara dari rampokan 
dedemit-dedemit berwajah manusia. Oleh karenanya, adanya kesulitan memberantas 
korupsi ini pun semakin kentara ketika harus berhadap-hadapan secara vis-à-vis 
dengan pemegang lingkar kekuasaan. 

Akhirnya, ini mengilustrasikan bahwa koruptor dengan segala warna-warni 
keistimewaan yang dimilikinya lolos dari jeratan hukum. Mereka dapat 
mengaburkan diri dari sebuah jejaring peradilan yang tujuannya adalah 
menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar. 

Kesadaran Baru 

Karena itu, kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus semakin 
diintensifkan. Laporan PPATK kemudian perlu dijadikan amunisi baru dalam rangka 
melakukan bersih-bersih di tubuh Senayan. Momen ini pun harus menjadi pengobor 
semangat baru dalam memberantas korupsi. Keseriusan, keberanian, dan etos kerja 
tinggi adalah modal penting agar pemberantasan korupsi dapat ditegakkan dengan 
sedemikian kentaranya. 

KPK yang dihuni lima pemimpin manusia superberani dengan pikiran jernih, 
terbuka, dan jujur tanpa berpoleskan kepentingan politik sektarian merupakan 
lokomotif utama untuk tegas dalam memberantas korupsi agar uang negara tidak 
semakin diberangus habis oleh pihak dan oknum-oknum tertentu yang tidak 
bertanggung jawab dan tidak berjiwa nasionalistik-patriotistik demi perubahan 
Indonesia ke depan ini yang lebih baik. 

Marilah menjadikan bangsa ini bebas dari koruptor. Bila mantan Perdana Menteri 
China Zou Ronji pernah menyampaikan akan menyiapkan 100 peti mati bagi para 
koruptor dan salah satu peti tersebut dipersiapkan bagi sang Perdana Menteri 
sendiri apabila tersangkut korupsi, hal tersebut kemudian harus dapat 
membangkitkan kesadaran para elite negeri ini, termasuk presiden, agar 
benar-benar menjalankan hukum dengan sedemikian adil, tegas, dan berani. 

Siapa pun yang bersalah dan telah terbukti melakukan korupsi uang rakyat maka 
harus ditindak tegas dan berani. Hukum bukan menghamba kepada para koruptor dan 
kroni-kroninya. Hukum merupakan senjata untuk menumpas habis para koruptor. SBY 
harus dan perlu terus mendorong KPK agar kian giat bekerja dalam pemberantasan 
korupsi. 

Introspeksi Politik 

Hasil survei yang sudah dilakukan sejumlah lembaga survei yang terus-menerus 
menempatkan Senayan sebagai ladang korupsi harus segera dikembalikan kepada 
khittahnya sebagai ruang perjuangan untuk rakyat. Tahun ini merupakan tahun 
politik, sebab menjadi pertaruhan sangat besar bagaimana semua politikus di 
Senayan perlu bekerja lebih keras dalam rangka menunjukkan kerja-kerjanya yang 
bersih dari korupsi. 

Tingkat elektabilitas sebuah partai politik (parpol) tertentu di pemilihan umum 
(pemilu) 2014 akan dicerminkan bagaimana para politikusnya di Senayan 
benar-benar bekerja bersih dan jujur. Rakyat sudah semakin cerdas dan sudah 
mampu menjatuhkan pilihan siapakah yang diharapkan mampu menjadi pemimpin 
sebenarnya. 

Semua parpol yang menaungi para politikusnya di Senayan pun harus rela 
menyerahkan apabila ada di antara politikusnya yang tersandung dalam rekening 
gendut. Parpol harus memberikan dukungan politik dan moral kepada KPK agar bisa 
bekerja lebih cepat, maksimal, dan optimal dalam law enforcement. 

*Penulis adalah Dosen dan Peneliti di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) 
Banjarmasin. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke