http://www.analisadaily.com/news/read/2013/01/17/101043/debat_politik_malaysia_tentang_asma_allah_makin_hangat/#.UPf5d2c82F4
Debat Politik Malaysia tentang Asma Allah Makin Hangat
KETUA lembaga swadaya masyarakat "Jalur Tiga" Dr Hasan Ali yang pro
Barisan Nasional mencibir ketua oposisi Pakatan Rakyat Datuk Seri Anwar Ibrahim
dan pemimpin Parti Tindakan Demokratik (DAP) soal isu penggunaan asma Allah.
Ia pun meminta kubu oposisi membuat pernyataan resmi mengenai keputusan
Majelis Syura Ulama Parti Islam Se-Malaysia (PAS) menyangkut larangan
penggunaan asma Allah bagi orang bukan Islam. Hasan mengatakan, pernyataan para
pemimpin oposisi itu bisa memperjelas sikap Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan DAP
terhadap sikap PAS dalam masalah penggunaan asma Allah bagi non Muslim.
Majelis Syura Ulama PAS dalam fatwanya melarang non Muslim menggunakan
asma Allah. Padahal ketua PAS Datuk Abdul Hadi Awang sebelumnya menyatakan PAS
membolehkan penggunaan asma Allah oleh non Muslim.
Menurut Hasan, ketegasan Majelis Syura Ulama PAS itu merupakan tamparan
hebat sekaligus menyanggah dan meminggirkan pendapat Sekretaris Jenderal DAP
Lim Guang Eng, Anwar Ibrahim dan "golongan parasit" di tubuh PAS. "Sekali lagi
dalam masalah asma Allah golongan parasit PAS bertindak mengiyakan permintaan
dan desakan DAP," tambah Hasan.
Rapat Majelis Syura Ulama PAS kemarin malam memutuskan asma Allah tidak
boleh digunakan dalam Injil terjemahan Bahasa Melayu karena tidak dengan tepat.
Rapat yang dipimpin Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat itu menegaskan menerjemahkan
kata God atau Lord dari kitab bukan agama Islam menjadi Allah tidak dibenarkan
karena salah dari segi makna hakikinya.
Sementara itu, Ketua Pemuda UMNO Khairy Jamaluddin menyatakan, keputusan
Majelis Syura Ulama PAS itu adalah tindakan terpaksa demi kelangsungan politik
partai itu. Keputusan PAS itu, yang seolah sejalan dengan apa yang
diperjuangkan oleh UMNO, sebenarnya demi kepentingan politik PAS dari pada
tuntutan agama. Keputusan PAS itu, kata Khairy, jelas menunjukkan PAS bukan
sebuah partai yang berprinsip, karena setiap keputusan yang dibuat bisa
berubah-ubah demi keuntungan politik.
Ketika PAS membolehkan menggunakan nama Allah oleh non Muslim dan
mendapat tentangan hebat dari masyarakat Islam, partai itu terpaksa setuju
dengan pendapat mayoritas, tulis kantor berita milik pemerintah Malaysia
Bernama pada 14 Januari.
Persoalan penggunaan asma Allah itu ditegaskan oleh Anwar Ibrahim pada
diskusi dengan Forum Pemimpin Redaksi di Jakarta Kamis pekan lalu (10/1), boleh
digunakan oleh non Muslim. Islam yang inklusif menjadi roh demokrasi Malaysia
yang sesungguhnya dan diperjuangkan oleh Anwar Ibrahim sejak lama bahwa UMNO
atau Barisan Nasional bakal menggunakan isu asma Allah untuk menggebuk koalisi
Pakatan Rakyat. Akan tetapi ia kukuh mempertahankan pendapatnya demi demokrasi
yang tidak mencatut nama agama.
[Non-text portions of this message have been removed]