http://www.antaranews.com/berita/353639/kawasan-industri-pulogadung-lumpuh-kerugian-rp15-miliar-sehari


Kawasan Industri Pulogadung lumpuh, kerugian Rp1,5 miliar sehari
Kamis, 17 Januari 2013 22:27 WIB | 269 Views

 
Evakuasi Korban Banjir Sejumlah warga mengevakuasi seorang perempuan yang 
terjebak banjir di kawasan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (17/1). Banjir 
akibat hujan dan luapan sungai Ciliwung tersebut merendam berbagai ruas jalan 
ibu kota sehingga tidak dapat dilalui. (FOTO ANTARA/Wahyu Putro A)

  ... sekitar Rp1,5 miliar sehari akibat 300 pabrik yang otomatis berhenti 
beroperasi... " 
Galeri Terkait 

Pemadaman Listrik 

Gedung KPK Banjir 
Video Terkait 

Banjir Lumpuhkan Ekonomi ...


Banjir Tinggi, Warga Enggan ...

 
Jakarta (ANTARA News) - Dampak ekonomi banjir bandang Jakarta, Kamis ini, 
langsung terdata. Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta, melaporkan banjir yang 
juga menenggelamkan Kawasan Industri Pulogadung lumpuh, potensi kerugian Rp1,5 
miliar sehari.  

"Baru saja dapat laporan bahwa kawasan industri Pulogadung terendam banjir 
dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter hingga satu meter. Efektifnya, sekitar 
300 pabrik berhenti total untuk produksi," kata Wakil Ketua Umum Kadin DKI 
Jakarta, Sarman Simanjorang, saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi langsung mengenai rencana relokasi 
pabrik dari pengusaha karena jalur komunikasi dan listrik yang mati.

"Kerugiannya sekitar Rp1,5 miliar sehari akibat 300 pabrik yang otomatis 
berhenti beroperasi itu," katanya.

Banjir yang melanda Ibukota akibat hujan terus-menerus sejak beberapa hari dan 
puncaknya Kamis siang telah mengakibatkan sejumlah akses jalan terhambat. Para 
buruh pabrik banyak sekali yang tidak bisa bekerja karena akses ke tempat 
kerjanya terganggu. 

Pengusaha berharap pemerintah bisa segera mengatasi masalah banjir yang melanda 
ibukota. Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tertapi juga menghambat 
kinerja ekonomi.

Masalah banjir, menurut Sarman, juga tidak lepas dari adanya upaya pembenahan 
infrastruktur. Perbaikan yang menyeluruh, dalam kaitannya ke depan, diharapkan 
bisa menopang perekonomian Jakarta.

"Tantangan dunia usaha saat ini sangat besar sekali di Jakarta dan akan susah 
dicapai jika pemerintah provinsi tidak responsif terhadap apa yang jadi 
tantangan pengusaha," ungkapnya. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke