http://www.pikiran-rakyat.com/node/219347
Sebanyak 9.374 Warga Jakarta Sudah Mengungsi 
  a.. 
Kamis, 17/01/2013 - 14:21 
 
AP/"PRLM"
RIBUAN warga Jakarta terpaksa mengungsi melalui jalanan yang tergenang banjir.* 
JAKARTA, (PRLM).- Jalan yang menguhubungkan Kampung Melayu ke arah Matraman 
Jakarta Timur di dekat Pasar Jatinegara ditutup karena tergenang air hingga 
mencapai lutut orang dewasa Rabu. Kawasan yang tergenang air itu berada di 
wilayah Kampung Pulo yang memang langganan banjir.

Sementara itu di wilayah Kelurahan Bukit Duri Tebet Jakarta Selatan terendam 
banjir sejak Selasa (15/1). Air luapan Kali Ciliwung merendam ratusan rumah 
dari dua RW di kelurahan ini. Sekitar 1.000 orang lebih warga dari 265 Kepala 
Keluarga mengungsi. Diantara para warga yang mengungsi, terdapat sedikitnya 100 
anak balita serta 20 orang lanjut usia.

Akibat minimnya lokasi pengungsian, ada ratusan orang warga yang memilih 
bertahan di rumah mereka. Padahal air yang menggenangi pemukiman warga setinggi 
1,5 meter atau leher orang dewasa.

Santi, salah seorang warga yang memilih bertahan di rumahnya kepada VOA 
mengeluhkan minimnya tempat pengungsian yang disediakan pemerintah daerah.

"Banjir di wilayah Bukit Duri sejak Selasa malam kemarin. Warga ada yang 
bertahan, ada yang ngungsi. Sebenarnya sih warga sudah disuruh evakuasi tapi 
warga banyak yang milih bertahan. Mungkin kalau di sediakan tempat (untuk 
ngungsi), kita pasti pergi dari sini," kata Santi. "Dari orang kelurahan atau 
camat juga sebenarnya bingung untuk membuat tempat pengungsian karena banyaknya 
warga. Kalo yang di kelurahan kebanyakan warga kampung pulo. Itu pun gak bisa 
nampung semua. Mau keluar dari sini juga susah, kan kampong ini sudah dikepung 
banjir," lanjutnya.

Santi menambahkan, saat ini warga berupaya membangun dapur umum darurat untuk 
menyuplai makanan bagi warga yang bertahan. Mereka membutuhkan nasi bungkus, 
air mineral dan selimut.

Dari pantauan VOA, lokasi tempat pemukiman warga yang bertahan berada persis di 
pinggir sungai Ciliwung yang sudah meluap dan menggenangi rumah warga hingga 
setinggi 1,5 meter. Sementara itu perahu karet yang tersedia untuk mengevakuasi 
warga hanya ada 2 unit, untuk mengevakuasi orang-orang lanjut usia atau anak 
balita. Total jumlah warga yang bertahan ini sekitar 300 orang.

Sementara itu, selain aparat daerah setempat yang melakukan penanganan terhadap 
korban banjir, ada juga beberapa kelompok masyarakat sipil yang membantu korban 
banjir, diantaranya dari PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat). Joni salah seorang 
relawan PKPU mengatakan, relawan PKPU telah membantu evakuasi warga korban 
banjir di beberapa wilayah di Jakarta diantaranya di kawasan condet dan bukit 
duri Jakarta Selatan.

"Selasa kemarin kita mengevakuasi nenek-nenek dan bayi di daerah Condet. Trus 
kita susuri hingga ke Bukit Duri. Di sini kita sempat evakuasi ibu-ibu yang 
anaknya meninggal karena sakit," kata Joni. "Polanya kita mencari warga yang 
mau di evakuasi. Selain itu kita distribusi makanan. Peralatan kita minim. Kita 
hanya modal semangat menolong orang," lanjutnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan persnya 
menyebutkan sekitar 9.374 jiwa mengungsi akibat banjir di Jakarta. Banjir ini 
menggenangi 39 kelurahan di Jakarta. Tinggi banjir bervariasi dari 10 
sentimeter hingga tiga meter.

Di Kampung Melayu, Cawang, dan Bukit Duri tinggi banjir mencapai 1,5 meter. 
Data sementara BNPB tercatat jumlah pengungsi terbanyak ada di Kelurahan 
Kampung Melayu yaitu 2.257 jiwa.

BNPB dalam rilisnya juga menyebutkan dua orang meninggal akibat banjir ini, 
yaitu seorang anak di Kelurahan Tanjung Duren yang hanyut di sungai, dan 
seorang di Kampung Melayu. BNPB telah mengerahkan 150 personil Satuan Reaksi 
Cepat Penanggulangan Bencana untuk memberikan bantuan darurat di 16 posko 
banjir di Jakarta. (voa/A-147)***

  a.. NASIONAL


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke