Anda membayar Pajak ? Anda sudah melunasi Kewajiban Anda sebagai warganegara ?
Nah, kalo Anda baca berita ini, mungkin Anda akan berpikir beratus kali utk 
membayar Pajak, karena terbukti yang peduli dengan nasib rakyat adalah dari 
lingkungan sendiri. Bukan dari Pemerintah !.
Pemerintah cuma ada utk memungut Pajak dan hanya ada pada saat kampanye aja.
Quo Vadis Pemerintah. Ini bencana ada di Jakarta lho. Apalagi yang di daerah 
pedalaman dan jauh dari Ibukota ?

Bantuan Tak Datang, Guru Bantu Pengungsi
Penulis : Imanuel More | Jumat, 18 Januari 2013 | 20:26 WIB
Dibaca: 476
Komentar: 2
|
Share:
TRIBUNNEWS/HERUDINSejumlah pengungsi korban banjir yang tinggal di Kampung 
Melayu Kecil, Bukit Duri, Jakarta Selatan, sedang beristirahat di kantor 
Kelurahan Bukit Duri, Rabu (16/1/2013). Sebanyak 9.374 jiwa mengungsi akibat 
banjir yang merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta, dengan jumlah terbanyak 
di Kelurahan Kampung Melayu yaitu 2.257 jiwa.
TERKAIT:
        * Jokowi Borong Beras dari Solo untuk Bantuan Pengungsi
        * Dipaksa Keadaan, Membuat Rumah "Tahan Banjir"
        * Jokowi Khawatirkan Air Naik Sebelum Perbaikan Tanggul Rampung
        * Terjebak 24 Jam di Plaza UOB, Tri Beruntung Dapat Ban Dalam
        * Gara-gara Banjir, Ada Rekaman Album Tertunda
JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi memprihatinkan dialami para korban banjir yang 
mengungsi di Depo KRL PT Kereta Api Indonesia, Bukit Duri, Tebet, Jakarta 
Selatan. Mereka belum mendapatkan perhatian yang diharapkan dari pemerintah.
"Yang banyak membantu kami di sini guru-guru SMAN 8 Bukit Duri," kata Yanti, 
warga RT 03 RW 12 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2013).
Saat ditemui Kompas.com, Yanti menerangkan lurah, camat, dan wali kota setempat 
belum mendatangi lokasi tersebut untuk memberikan perhatian. Akibatnya, selain 
minim bantuan makanan, mereka pun tidak mendapatkan bantuan obat-obatan yang 
dibutuhkan terutama oleh anak-anak.
"Guru-guru itu yang bagikan obat-obatan untuk anak-anak yang sakit. Tapi 
sekarang, obat-obatannya sudah habis," kata Samhadi, pengungsi dari RT 02 RW 12 
Bukit Duri.
Salah seorang guru SMAN 8 yang ditemui di Pos Pengamanan Depo membenarkan bahwa 
obat-obat yang dibagikan sejak dua hari sebelumnya telah habis. Obat-obatan 
yang dibagikan merupakan sumbangan para pelajar yang khusus disalurkan untuk 
para korban banjir. Ia mengatakan, pengungsi, khususnya anak-anak, umumnya 
menderita demam akibat minimnya tidur yang dimiliki.
Percakapan itu sempat disela oleh kehadiran Hani, pengungsi lainnya, yang 
datang menggendong anaknya yang berusia 1 tahun. "Anak saya panas. Apa obatnya 
udah habis? Kalau enggak ada obat, minyak kayu putih juga nggak apa-apa," pinta 
Hani.
Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi lantaran stok obat-obatan yang 
dimiliki guru-guru itu telah selesai. Sebagai gantinya, anak Hani diberikan 
satu minuman susu kotak. Warga yang mengungsi ke Depo PT KAI mencapai angka 
ratusan jiwa. Mereka berasal dari empat RT di RW 12 Bukit Duri, masing-masing 
RT 1-4. Lokasi pemukiman mereka terletak di sisi utara Jalan Bukit Duri Utara 
Raya yang mengarah ke Jatinegara.
Deretan pemukiman itu letaknya lebih rendah dibandingkan jalan raya tersebut. 
Ketinggian air di Jalan Bukit Duri Utara Raya saat ini masih di atas satu 
meter. Dengan demikian ketinggan air di pemukiman warga RW 12 diperkirakan 
mencapai di atas dua meter.
Sementara itu, pada jalan yang sama, yang mengarah ke Manggarai, ketinggian air 
sudah sedikit menurun. Beberapa pengendara motor mulai nekat menembus genangan 
ke arah Manggarai. Namun, sebagian besar pengendara memilih berbalik arah dan 
mencari jalur alternatif.
Editor :
Hindra

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke