Ref: Tentu saja DPR butuh, malah sangat butuhkan anggaran bencana, sebab kalau 
gedung kebanjiran korupsi , maka kepentingan keluarga anggota maupun pekerjaan 
sehari-hari  tidak akan smacet.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/01/19/mgvlhj-marzuki-alie-dpr-butuh-anggaran-bencana

Marzuki Alie: DPR Butuh Anggaran Bencana
Sabtu, 19 Januari 2013, 20:58 WIB
 
Ketua DPR RI, Marzuki Alie.

melanda Jakarta membuat DPR menginginkan adanya alokasi anggaran tambahan. 
Yaitu, untuk membantu masyarakat di saat menghadapi bencana.  
"Seharusnya sebagai lembaga wakil rakyat kita diberikan anggaran untuk membantu 
masyarakat dalam kondisi seperti ini. Saya jamin tidak akan ada korupsi untuk 
hal ini," kata Ketua DPR Marzuki Alie, di Jakarta, Sabtu (19/1).

Tidak adanya anggaran, ujar dia, membuat langkah DPR menjadi terbatas ketika 
ada bencana. Apalagi, banyak masyarakat yang tidak tahu keberadaan lembaga BNPB 
dan Kementerian Sosial. Sehingga meminta bantuan pada DPR dan 
anggota-anggotanya.

"Mereka tahunya DPR dan mereka pun meminta bantuan pada kita," jelas dia.

Bantuan yang diberikan DPR pun berupa sumbangan dari kocek pribadi. Setidaknya, 
ada Rp 140 juta yang dikumpulkan dari sumbangan anggota dan jajaran kesekjenan 
DPR. 

Tidak adanya anggaran ini, lanjut dia, maka jangan disalahkan kalau kemudian 
anggota DPR turun ke lapangan dan membawa bendera partainya. "Kita tidak ada 
anggaran dan kalau menggunakan dana pribadi atau sumbangan berapa besar sih 
kekuatannya?" ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut.

Padahal, paparnya, dalam kondisi seperti ini masyarakat harus bisa mendapatkan 
layanan kesehatan yang maksimal. 

Di lokasi pengungsian yang dikunjungi, Marzuki mengaku tidak melihat adanya 
petugas kesehatan. Padahal seharusnya ada dokter yang dapat membantu. 
Setidaknya dari puskesmas yang ada di setiap kelurahan atau rumah sakit milik 
pemda.    

"saya tidak melihat ada bantuan kesehatan di tempat yang saya datangi," ungkap 
dia.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke