http://www.harianterbit.com/2013/01/21/korban-banjir-was-was-isu-225-buaya-lepas/

Senin, 21 Januari 2013 11:04 WIB 
Korban Banjir Was-Was Isu 225 Buaya Lepas
Dody Pranowo — HARIAN TERBIT

--------------------------------------------------------------------------------

 
JAKARTA — Korban banjir di kawasan Pluit Penjaringan, Jakarta Utara tidak hanya 
resah karena ketnggian air masih cukup tinggi. Mereka juga mengkhawatirkan 
adanya informasi soal adanya ratusan buaya yang lepas dari penangkaran di 
kawasan Cikande, Serang, Banten.
I
nformasi yang bermula dari Blackberry Masengger (BBM) itu sudah menyebar luas 
hingga kepada korban banjir di kawasan Pluit yang saat ini masih tenggelam 
hingga ketinggian 1,5 meter. Dalam informasi itu disebutkan jika penangkaran 
buaya di Cikande, Tangerang telah jebol, sebanyak 225 ekor buaya lepas di kali 
tersebut. 

Sedangkan di Tanjung Pasir, Tangerang tiga ekor induk biaya juga dikabarkan 
lepas ke sungai. Akibat jebolnya penakaran buaya tersebut, masyarakat diminta 
untuk menghindari sungai. Informasi lain menyebutkan, jika di daerah Pluit 
Village yang saat ini tergenang juga terdapat buaya yang sudah ikut aliran air 
sungai.

“Memang saya dapat informasi soal buaya lepas itu dari BBM dan sudah ramai 
dibicarakan. Saya juga khawatir jika memang benar maka harus ada perlindungan 
bagi korban banjir.,” kata Sugiyanto (39), salah seorang warga Muara Baru, 
Penjaringan, Jakarta Utara yang saat ini tengah mengungsi lantaran huniannya 
tergenang hinga 1,5 meter. 

Warga lainnya justru menyakini jika informasi ini benar. Sebab selain beredar 
di BBM, informasi itu juga beredar melalui short message service (SMS). “Ini 
saya terima SMS soal adanya ratusan buaya yang lepas dari penangkaran. Kalo 
informasi ini tidak benar kenapa bisa menyebar. 

Pemerintah harus memastikan informasi itu benar atau tidak sehingga kami bisa 
tenang,” kata Ibu Noritawati (41), salah seoran pengungsi di Kantor Kelurahan 
Penjaringan, kemarin.

Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono memastikan, jika isu soal buaya lepas 
itu tidak benar. “Informasi itu tidak benar. Masyarakat diminta berhati-hati 
dalam menerima informasi soal apa pun. Tidak ada penangkaran buaya lepas. 
Dipastikan nggak benar,” tegasnya. 

Bambang mengatakan, banyak isu hoax beredar di masyarakat sebelumnya soal 
banjir di Jakut. Salah satunya tentang banjir di Pluit yang disebabkan oleh 
tanggul. Padahal setelah dilakukan pengecekan tidak benar. “Yang benar pompa 
mati sehingga air melimpah,” tegasnya.

Isu hoax juga sempat bermunculan sebelumnya terkait banjir. Mulai dari kabar 
cuti bersama hingga hewan-hewan liar yang mengancam keselamatan warga. Untuk 
isu cuti bersama, polisi juga sudah melakukan penelusuran. 

“Walikota juga meminta kepada warga untuk tetap berhati-hati selama banjir ini. 
Segera mengungsi jika air sudah tinggi sebab semua bantuan sudah ada di 
pengungsian,” katanya. 

BPBD BANTAH

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten memastikan belum ada laporan 
mengenai adanya informasi soal lepasnya ratusan buaya dari penangkaran.

“Sampai saat ini belum ada informasi mengenai jebolnya penakaran buaya. Kalau 
ada peristiwa besar seperti itu, biasanya langsung ada yang memberikan 
informasi,” tegas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi 
Banten Ino Sutisno Rawita, kemarin. 

Dia memastikan jika informasi itu tidak benar. “Saya, tim BPBD, dan TNI sedang 
di lapangan dan tidak ada temuan atau laporan soal buaya yang lepas dari 
penangkaran,” katanya.

Ino mengimbau warga sekitar untuk tetap tenang, karena banyak informasi yang 
beredar dengan cepat melalui BBM atau pesan pendek (SMS) yang belum dipastikan 
kebenarannya. “Kami minta agar masyarakat tetap tanang dan jangan mudah percaya 
karena tidak semuanya informasi itu dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke