http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=275971:parpol-manfaatkan-penderitaan-orang-lain&catid=77:fokusutama&Itemid=131

            Monday, 21 January 2013 08:12        
     
      Parpol, manfaatkan penderitaan orang lain  
      Warta  
      WASPADA ONLINE



       
      (Istimewa)
      JAKARTA – Selama banjir Jakarta, partai politik ramai-ramai mendirikan 
posko bantuan untuk korban banjir. Para parpol ramai-rami menggalang bantuan 
namun,  dengan memanfaatkan bendera partai.

      Analis politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai, partai 
politik (parpol) yang memberikan bantuan atau mendirikan posko banjir merupakan 
tindakan yang mengambil keuntungan dan niat yang tidak tulus. 

      Dia menjelaskan, sikap-sikap seperti ini merupakan sikap yang tidak etis 
yang ditunjukkan para politikus. Ini merupakan sikap yang lebih memanfaatkan 
penderitaan orang lain daripada berniat untuk memberikan bantuan. 
Ketidakjujuran diperlihatkan dalam memberikan bantuan dengan menggunakan 
atribut parpol. Terlebih lagi saat ini dimasa-masa menuju Pemilu 2014 dan lebih 
memanfatkan warga.

      Arbi menambahkan, sikap yang dilakukan parpol adalah sikap pamrih. 
Politikus yang menjalankan pola seperti ini merupakan benih-benih korupsi yang 
dikembangkan politikus. "Kalau politik seperti itu tetap dijalankan itulah 
benih-benih korupsi. Mengeksploitasi kesempatan dari penderitaan warga yang 
tertimpa bencana," tandasnya. 


      Menurut Arbi, mendirikan posko di tempat-tempat yang terkena musibah 
banjir adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak didasari ketulusan untuk 
memberikan bantuan.

      "Memakai bendera partai dan atribut partai dalam memberikan bantuan pada 
korban banjir adalah tindakan yang tidak didasari ketulusan," ujarnya, kemairn.

      Namun, kritikan tersebut dibantah Partai Amanat Nasional (PAN) keberatan 
dengan tudingan tersebut. "Adapun stigma negatif dari sebagian kecil pihak yang 
keberatan dan menuduh hanya mencari muka, kami serahkan sepenuhnya kepada 
rakyat. Rakyat akan menilai mana yang sungguh-sungguh berjuang bersama mereka, 
mana yang hanya mengibarkan bendera dan atribut saja," tutur Ketua Umum DPP 
Penegak Amanat Reformasi Rakyat (PARRA) Indonesia, Rusli Halim Fadli. PARRA 
organisasi sayap PAN.

      Menurut Rusli, masyarakat sudah sangat cerdas apabila ada parpol yang 
membuka posko bantuan sekadar cari muka otomatis akan ditinggalkan rakyatnya. 
"Pasti akan ditinggal oleh mereka," kata Rusli.

      Dia berpendapat banyak pos-pos pengungsi yang tidak tersentuh bantuan 
dari pihak berwenang. Oleh karena itu, penegak Amanat Reformasi Rakyat (PARRA), 
yang merupakan sayap organisasi PAN mengambil inisiatif untuk mendirikan posko 
dan dapur umum bersama rakyat yang terkena musibah.

      "Rakyat sangat terbantu dengan keberadaan relawan-relawan dari kelompok 
manapun," ujarnya.

      Sebelumnya diberitakan, parpol-parpol membuka posko bantuan untuk banjir 
untuk mencari simpati masyarakat pada Pemilu 2014. Aksi ini sering dilakukan 
parpol. Dalam aksinya mereka menggunakan atribut parpol baik bendera maupun 
kaos-kaos parpol bersangkutan.
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke