Setelah Diping-Pong, Pasien Difteri Tewas 

Bangkalan, Seruu.com - Untuk kesekian kalinya seorang anak dibawah umur
 penderita Difteri, meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif 
selama 5 hari di RSUD Syamrabu Bangkalan. Idintitas pasien diketahui bernama 
Musfiqoh (15) meninggal di rumahnya, Desa Maneron, Kecamatan Sepuluh.

Sebelum meninggal dunia pasien dirawat di RSUD Syamrabu. Bahkan, pihak 
rumah sakit menyatakan sudah sembuh. Sehingga, dibawa pulang ke rumahnya
 oleh keluarganya.

”Saya menggunakan jalur Surat Pernyataan 
Miskin (SPM), tapi dipingpong oleh pihak RSUD dan Puskesmas Sepulu. 
Ceritanya, ketika awal sakit, keluarga langsung membawa Musfiqoh ke 
Puskesmas Klampis,” ujar Paman Korban, Mesdi, Senin (21/1/2013).

Misdi menjelaskan, dari hasil diagnose sementara dinyatakan terkena 
penyakit difteri. Kemudian puskesmas tersebut memberi rujukan untuk 
dibawa ke RSUD Bangkalan. Sayangnya, setelah di bawa Ke RSUD Syamrabu, 
pihak Rumah sakit malah mengatakan tidak sakit kepada pasien. Dan 
menyarankan untuk dirawat di Puskesmas setempat yaitu Puskesmas Sepulu.

”Ketika dibawa ke Sepulu ditolak lagi. Dengan alasan tidak mampu 
mengobati pasien difteri, kemudian disarankan untuk kembali ke RSUD. 
Kami sabar saja karena ingin sembuh kembali lagi ke RSUD yang akhirnya 
meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kordinator Dewan 
Kesehatan Rakyat (DKR) Kecamatan Sepuluh, Moh. Arif Rahman Hakim, sangat
 kecewa dengan pola pelayanan yang diberikan instansi kesehatan di 
Bangkalan. Baik RSUD maupun Puskesmas. Khususnya, bagi para pasien yang 
menggunakan SPM, Jamkesmas, Jamkesda dan lain sebagainya.

”Anggaran pemerintah untuk biaya warga miskin ditambah. Tapi pelayanan 
kesehatan tetap buruk. Ini kan malah terbalik. Seharusnya semakin banyak
 anggaran, semakin banyak alokasi untuk melayani warga miskin,” 
tukasnya.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke