Ref: Apakah ada perbedaan prinsip antara Golkar dan Demokrat?

http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/golkar-dan-demokrat-siap-terima-harry-tanoe-pan-menolak/29472

Golkar dan Demokrat Siap Terima Harry Tanoe, PAN Menolak
Rabu, 23 Januari 2013 | 5:52
 Hary Tanoesoedibjo [google] [JAKARTA]  Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto 
Tohari mengemukakan, Golkar adalah partai terbuka. Golkar akan menerima siapa 
saja kepada setiap warga negara Indonesia yang ingin bergabung ke Partai 
Golkar. 

"Bukan hanya Hary Tanoe (HT), Ahmad Rofiq, Endang Tirtana, dan Saiful Haq. 
Bahkan kepada semua saja yang ingin bergabung. Tentu ada 
persyaratan-persyaratannya, tetapi itu persyaratan yang biasa dan sudah berlaku 
secara konvensional sejak lama yang juga diberlakukan bagi siapapun," kata 
Hajriyanto di Jakarta, Selasa (22/1). 

Namun, ia menegaskan Golkar tidak akan agresif menawarkan diri. Alasannya tidak 
enak karena mereka baru saja keluar dari Partai NasDem. "Biarlah mereka cooling 
down dulu. Yang pasti Partai Golkar bersimpati kepada HT dan Rofiq dan juga 
kepada Partai Nasdem sebagai sesama parpol," ujar Wakil Ketua MPR ini. 

Sementara Ketua DPP Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu mengemukakan sangat 
prihatin HT benar-benar mundur dari Nasdem. Alasannya, pada awalnya dia 
bergembira dan bersyukur ada WNI etnis Tionghoa mau masuk dunia politik 
praktis. 

"Saya meyakini HT jika tetap aktif dlm jalur politik praktis sebenarnya sedang  
mengikuti jejak  seniornya Kwik Gian Gie (PDIP), Basuki Tjahya Purrnama/Ahok 
(Gerindra), bahkan  Soe Hok Gie/ aktivis 66, serta etnis Tionghoa lain yg 
menjadi pejuang di era perjuangan kemerdekaan dulu). Bahkan  zaman Bung Karno 
juga ada saudara kita dari suku Tionghoa yang eksis di parpol dan pemerintahan 
yaitu Oei Tjoe Tat," ujarnya.

Menurut anggota Komisi II DPR ini, terobosan HT jelas memberi inspirasi , 
teladan positif bagi generasi baru Tionghoa agar mereka merasa menjadi bagian 
tak terpisahkan dari sejarah  Indonesia ini. 

Dia menegaskan mundurnya HT dari Nasdem tentu akan memberi dampak serius 
terhadap generasi baru WNI etnis dalam hal keberanian memasuki dunia politik 
Indonesia yang memang masih dalam proses perbaikan terus-menerus. 

"Mundurnya HT bahkan bisa dijadikan argumen yang seolah menguatkan bahwa etnis 
Tionghoa tak punya tempat dalam dunia politik praktis Indonesia. Harapan saya 
kedepan HT tetap aktif di parpol selain Nasdem, dan pasti semua partai diluar 
Nasdem akan memberi tempat yang terbaik, karpet merah bagi HT untuk 
memperjuangkan cita-cita politiknya. Sebab hanya melalui partai politiklah 
perjuangan menuju kebaikan semua warga negara," tuturnya.

Dia menjelaskan Partai Demokrat siap menerima HT dan kawan-kawan. Tidak ada 
syarat khusus. Yang penting HT dan kawan-kawan siap memantuhi AD dan ART PD.

"Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan (PPSK) DPP PD dan DPP PD 
akan memberi tempat yang terhormat jika pak HT bergabung dengan kami. Tak ada 
syarat khusus, tentu sejauh pak HT bisa menerima AD/ART PD sebagai pedoman 
dalam berpolitik melalui PD," tegasnya.

Sementara sekretaris Frkasi PAN Teguh Juwarno menolak HT masuk di PAN. 
Menurutnya, karakter seperti HT tidak cocok di PAN.
Teguh menegaskan dalam memperjuangkan gagasan, perbedaan hal yang biasa di 
partai. Sejauh itu bisa dikelola menjadi kekuatan partai.

Memperjuangkan gagasan juga bukan hal yang gampang tapi membutuhkan 
kesungguhan, persistensi, tidak mudah menyerah.  

"Saya rasa karakter PAN tidak cocok untuk menerima figur yang mudah menyerah 
dan memaksakan kehendak, ketika tidak cocok terus mundur.  Karena bergabung di 
partai tentu berbeda dengan mengakuisisi perusahaan," tegasnya. [R-14] 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke