Ref: Bagaimana kalau dibilang bahwa dua kekuatan politik yang dikemukakan oleh 
Bachtiar Effendy sebenarnya hanya satu? Satu karena mayoritass penduduk maupun 
anggota partai dan ketua partai beragama Islam, jadi  pertarungan intern . 
Nasionalisme jenis apa, kalau dikatakan nasionalisme itu hanya ucapan sepuhan 
lidah, karena  perjuangan partai terkonsentrasi pada kepentingan ketua partai, 
anggota-anggota utama partai dan kaum elit pada umumnya. 

http://www.suarapembaruan.com/home/2014-tahun-pertarungan-dua-kekuatan-politik/29569


2014 Tahun Pertarungan Dua Kekuatan Politik
Kamis, 24 Januari 2013 | 17:06

 Bahtiar Effendy. [Google] [JAKARTA] Pakar politik Prof Bahtiar Effendy 
mengatakan, pertarungan politik 2014 akan terbagi menjadi dua kekuatan ideologi 
dan platform, yaitu partai-partai nasionalis dan partai-partai Islam.

"Kontestasi politik 2014 diperkirakan akan rumit dan berat bagi semua partai. 
Dari sisi ideologi dan platform, ada dua kekuatan politik yang bertarung, yaitu 
partai-partai nasionalis dan partai-partai Islam," kata Bahtiar Effendy saat 
dihubungi di Jakarta, Rabu (23/1).

Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan enam partai 
nasionalis itu adalah Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai 
Gerindra, Partai Hanura dan Partai NasDem. Sedangkan partai-partai Islam adalah 
PPP, PKS, PKB dan PAN.

Menurut dia, pertarungan di lingkaran partai nasionalis akan mengerucut pada 
partai-partai menengah, sementara partai-partai besar seperti Partai Golkar, 
PDI Perjuangan dan Partai Demokrat akan lebih berupaya mempertahankan posisinya 
selama ini.

"Karena itu, partai-partai menengah harus bekerja keras agar bisa meraih suara 
signifikan pada pemilu nanti untuk mengalahkan partai-partai besar," ujarnya.

Sementara itu, pertarungan yang lebih keras akan terjadi di antara 
partai-partai Islam. Apalagi, setiap partai Islam sudah memiliki basis massa 
sendiri.

"Dari keempat partai Islam itu, saya melihat PKS, PPP dan PKB sudah memiliki 
basis massa sendiri yang jelas. Hanya PAN yang saya lihat basis massanya masih 
abu-abu dan mengambang," tuturnya.

Dia menilai PAN yang semula tulang punggung konstituennya adalah massa 
Muhammadiyah, mulai ditinggalkan oleh massa organisasi masyarakat itu. Hal itu, 
kata dia, karena PAN tidak merawat dengan baik basis massanya, apalagi ada 
pernyataan petinggi partai itu bahwa PAN menanggalkan identitas Islam. [Ant/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke