"Modus Pemerasan Oleh 'Oknum' Petugas Pengatur Kepulangan TKI" 

by @Soliper_SP
 
Siang tweeps, gimana makan siangnya tadi? Siang ini kami ingin berbagi info 
yang terkait rumah makan Tepatnya, pengalaman staff kami @DnayNisaa & 
@hafuzalhaidar menjemput Buruh Migran dari Suriah di Rumah Makan yg berada di 
wil Cikampek.

Tweet2nya terkait #mafiaTKI di Rumah Makan 'Murah Rejeki' Cikampek 

2Januari lalu,pk10.30, kami mndpt kabar bahwa SJ, salah satu Buruh Migran 
dampingan @soliper_SP telah tiba di Bandara .SJ, BMP dr Karawang,berangkat ke 
Suriah awal Desember 2009, kmd pulang krn kondisi Suriah yang perang. 
Sayangnya, komunikasi kami tidak lancar, sehingga dia meminta dijemput di pintu 
tol Karawang Barat, bukan di bandara. Dari cerita SJ kemudian baru kami ketahui 
bahwa dia dilarang dijemput di bandara oleh petugas.

turun dr pesawat, SJ langsung‘digiring’ ke pendataan, kmd ke mobil travel, oleh 
dua orang berseragam dengan helm putih. Pukul 13.00 kami sampai di tempat yg 
dijanjikan, dan bertemu dengan keluarga SJ bersama pendamping mereka dr 
Karawang . Pukul 15.00 pihak keluarga kembali menghubungi SJ dan berbicara 
langsung dengan sopirnya,  Mereka berjanji bertemu di rumah makan ‘Murah 
Rejeki’ di daerah Cikampek. Kamipun langsung meluncur ke tempat tersebut,  
rumah makan tersebut terkesan tertutup dan sepi. pelayan mengatakan rumah makan 
tersebut baru akan buka pada pukul 19. 

Gambar Rumah Makan Murah Rejeki http://t.co/CYDwGVcP

  
Gambar plang rumah makan Murah Rejeki  http://t.co/W3mVP0Jx


Kami menunggu di depan. kmd mobil kami diminta pindah parkir ke lapangan 
beberapa meter dari Rumah Makan tersebut . 1 jam kemudian, sebuah mobil travel 
masuk ke halaman Rumah Makan. Namun SJ tidak ada di dalam rombongan tersebut. 
kami kmbl menunggu sambil mencari informasi tentang SJ dr para Buruh Migran 
yang baru tiba. Namun kami tdk mndptkannya.Staff kami sempat menghampiri 
seorang BMP yang menunggu di sebuah bilik sendirian, dia berbagi pengalaman dgn 
kami, Setiap pulang naik travel,TKI dimintai bayaran lgidi tengah jalan. Jk 
tidak mereka akan diturunkan di tengah jalan. biasanya sopir akan blg 
seikhlasnya. Namun saat kepulangan sebelumnya, sopir travel protes ketika 
diberikan Rp300ribu di tengah perbincangan, tiba2 dtg 2 pria, yg mengusir , dan 
meminta staff kami menunggu di tempat mobil kami diparkir mereka hanya 
mengatakan, aturannya pejemput tdk blh ada di RM tsb takut tertukar antara 
penjemput dan Buruh Migran 
    
Kami mendengar informasi dr orang sekitar, memang rumah makan tersebut khusus 
untuk TKI dan sopir yang mengantar. Biasanya TKI yang dijemput harus membayar 
minimal Rp200ribu, kami juga mendengar bahwa tempat tersebut memang ‘dijaga’ 
oleh preman. Seorang aktivis TKI prnh dikejar-kejar,stlh mengambil gambar di 
sana dengan kameranya.kameranya direbut lalu dirusak. .Berbagai media lokal pun 
kabarnya sempat memberitakan rumah makan tsb . Namun tidak pernah ada tindakan 
lebih lanjut. 

17.48 WIB, sebuah mobil travel kembali masuk ke halaman Rumah Makan. Ternyata 
SJ ada di dalam rombongan 

Gambar mobil travel yang membawa rombongan SJ http://t.co/gc8Sffjj

    
Tangisan haru mewarnai pertemuan SJ dg keluarganya. Terutama dengan putrinya 
yang sekarang sudah berusia 4,5 tahun. Tak lama, orang yang sebelumnya mengusir 
staff kami, kembali datang, dan kembali mengusir kami .SJ langsung disuruh 
masuk, kami diminta menunggu di lapangan parkir. Kami pun berdebat dengan orang 
tersebut, dan beberapa kawannya yang datang kemudian. Mereka berdalih bahwa 
berdasarkan peraturan, Buruh Migran tidak boleh dijemput di tempat tersebut. 
Karena itu, ‘transaksi ‘akan dilakukan di lapangan tempat mobil parkir. Mereka 
juga sempat menyebut-nyebut pengawas. 
   
Memang ketika mobil travel itu datang, kami sempat melihat ada Polisi yang 
datang, kemudian pergi lagi. .Di dalam SJ menolak untuk makan. Dia bilang ingin 
pulang bersama kami. Tapi orang-orang itu melarangnya Kami pun sempat berdebat 
dgn orang2 di rumah makan, mereka jg membawa si sopir datang kpd kami. 
Tiba-tiba sopir tersebut berbicara dengan suara keras dan intonasi tinggi 
kepada kami. Lagi-lagi dia marah atas nama aturan dan pengawas. Dia pun 
mengancam kami tidak boleh menjemput. Kami berdebat (menjurus ke cekcok) cukup 
panjang., sampai akhirnya si sopir kembali ke dalam. Tak lama, Ibu SJ dipanggil 
ke dalam, katanya untuk tanda tangan. Foto copy KTP nya pun diminta. Dengan 
mempertimbangkan kondisi keluarga yg tdk ingin mmprpanjang urusan,selanjutnya 
kami serahkan ke pihak keluarga. Kemudian kami ketahui bahwa pihak keluarga 
dimintai bayaran. Namun mereka hanya mengantongi Rp50 ribu, 

Rupanya, pemerasan terhadap Buruh Migran tidak hanya berlangsung di terminal 
khusus TKI di bandara (terminal 4). Pemerasan itu terus mengikuti Buruh Migran 
di jalur-jalur pemulangan, hingga mereka sampai ke dalam rumah. Lokasi RM Murah 
Rejeki berhadapan persis dengan Dinas Kesehatan yang di sebelahnya juga berdiri 
kantor kecamatan 

Gambar kantor Kecamatan tidak jauh dari RM Murah Rejeki  http://t.co/myTytcLv

    
kenapa Premanisme & pemerasan TKI di tempat yang sangat terjangkau pemerintah 
setempat itu dibiarkan terus terjadi? Atau jangan-jangan pemerintah setempat 
justru menjadi bagian dari ‘mafia TKI?’, Selain itu, saat ini kita sudah 
memiliki Permenakertrans no 16 tahun 2012 .Peraturan itu ttg Tata Cara 
Kepulangan TKI dari Negara Penempatan Secara Mandiri ke Daerah Asal, shg 
dimungkinkan buruh migran yang pulang tidak harus melalui terminal khusus yang 
eksploitatif. Shg, Berbagai aturan seharusnya menjamin hak Buruh Migran dalam 
menentukan pilihannya dlm proses kepulangan. 

Saat ini kami tengah menyusun laporan terkait pengalaman tersebut. 

Cerita tentang pengalaman ini jg bisa dibaca di blog staff kami, 
http://t.co/3anr6aCA

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke