PERNYATAAN SIKAP ALIANSI RAKYAT JAWA BARAT

Bebaskan Petani dan Aktivis Lingkungan Hidup, 
Polda Sumsel Langgar Hak Asasi Manusia …!
 
Aksi Petani dan
Walhi Sumsel dimulai jam 13. 00 Wib diikuti sedikitnya 500 orang, longmarch
dari Simpang Polda Menuju Polda Sumsel yang jaraknya sekitar 200 meter.
Sesampai di depan markas Polda Sumsel, massa aksi pun mendengarkan orasi dari
berbagai perwakilan organisasi yang ikut dalam aksi tersebut, Dedek Chaniago 
dari
Walhi Sumsel, Serikat Petani Sriwijaya Kabupaten Musi Banyuasin dan berbagai 
organisasi lainnya
Sarekat Hijau Indonesia, SPI Sumsel, dan Ikatan pemuda islam Sumsel. Selanjutnya
massa pun melakukan pembacaan surat yasin secara bersama sama dan dilanjutkan
dengan melakukan sholat ashar secara berjamaah di depan Pintu Gerbang Polda
Sumsel. 


Setelah selesai
melakukan sholat berjamaah Dedek chaniago yang juga kordinatorAksi hari ini 
kembali melakukan orasi dengan
menuntut agar POLDA sumsel agar Kapolda segera mencopot Kapolres Ogan Ilir,
AKBP Denni Dharmapala, karena dengan otoritas yang dimilikinya terus saja
mengulangi kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat. Sebagaimana diketahui bahwa
hingga saat ini AKBP Denni Dharmapala masih dipercaya menjabat Kapolres Ogan
Ilir, sementara yang bersangkutan merupakan penanggung jawab utama di lapangan
dalam tragedi berdarah 27 Juli 2012 di Desa Limbang Jaya – Ogan Ilir yang
menyebabkan meninggalnya Angga bin Dharmawan (13 Th), teramputasinya lengan
kanan Rusman (36 Th), dan beberapa warga lainnya mengalami luka tembak, puluhan
orang dikriminalisasi, serta hampir banyak rakyat mengalami traumatik yang
dalam hingga saat ini;

Kemudian, massa
aksi mempertanyakan kepada Polres Ogan Ilir dasar dan alasan penangkapan warga
Desa Betung atas nama Suardi bin Damiri (32 Th), karena penangkapan tersebut
menunjukan dan mengesankan bahwa Polres Ogan Ilir telah bekerja secara tidak
profesional dan proporsional;   


Tepat sekitar pukul
16.30 Wib Tiba tiba terlihat oleh massa aksi, pasukan polisi ingin melakukan
pergerakan untuk membubarkan massa dengan melakukan penyerbuan, memukuli dan
menangkap Anwar Sadad, Direktur Eksekutif Walhi Sumsel dan menyebabkan 
Anwar Sadad alami pecah dikepala, dan selanjutnya diikuti oleh penangkapan dan
pemukulan terhadap sedikitnya 25 orang aktifis dan petani lainnya. Saat ini
kondisi teman teman aktifis dan petani yang ditangkap masih berada di Polda
Sumsel. Berikut beberapa nama nama aktifis dan petani yang ditangkap 
        1. Anwar
sadat Direktur Walhi sumsel dengan kondisi Pecah di kepala 
        2. Dedek
Chaniago Staf POPER Walhi Sumsel dengan kondisi luka memar di sekujur tubuh
        3. Doni
Agustian Walhi Sumsel dengan luka memar 
        4. Kadir
humas Serikat Petani Sriwijaya Kab MUBA dengan luka memar di wajah 
        5. Ahmad
Yani Serikat Petani Sriwijaya Kab OKI dengan Luka di Muka 
        6. Muhammad
Serikat Petani Sriwijaya Desa Betung KAB OI dengan retak di dada 
        7. Fikri
SPS desa Sunur Kab OI dengan Luka memar di kepala
        8. Kamal
SPS desa sunur Kab Ogan ilir pecah Kepala 
        9. Am
SPS Kab MUBA memar kena terjang
        10. MEMET
Persatuan pemuda Islam Sumsel Muba dengan Luka memar 
        11. Rosita
(perempuan) SPS Betung ogan Ilir dengan Luka Memar di pungung danpaha
        12. Sedangkan untuk nama nama lainnya masih diupdate
Apa yang terjadi di
Sumsel adalah cerminan juga apa yang terjadi di seluruh Indonesia secara
keseluruhan.Profesionalisme Polri jelas tidak terjadi dengan bentuk kekerasan
yang terjadi di Sumsel dan menunjukkan bahwa Presiden SBY gagal dalam memimpin
negara dengan banyaknya sengketa dan konflik yang terjadi di daerah daerah di
Indonesia.Berdasarkan
kepada hak kaum tani atas tanah dan hak kaum tani untuk penghidupan yang layak,
hak kaum tani untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman, maka kami Aliansi
Rakyat Jawa Barat menyatakan sikap:
        1. Bebaskan semua petani dan
aktivitas yang ditangkap.
        2. Mengutuk Presiden SBY karena
telah gagal memimpin negara dengan semakin banyaknya konflik dan  pelanggaran 
HAM
yang terjadi di daerah di Indonesia.
        3. Copot  Kapolres Ogan Ilir dan Kapolda Sumatera
Selatan.
        4. Menuntut pertanggungjawaban
Kapolri atas tindakan penembakan dan kekerasan yang terjadi.
        5. Menuntut Gubernur Sumsel
untuk bertanggung jawab atas terjadinya konflik di Ogan Ilir.
        6. Kembalikan tanah rakyat
Desa Betung yang telah dirampas oleh PTPN VII Cinta manis.
        7. Usut tuntas pelanggaran HAM yang dilakukan kepolisian dan Usir POLRI 
DAN TNI dari
wilayah Konflik (Ogan ilir).
        8. Hentikan Kriminalisasi
terhadap Pejuang Agraria/lingkungan  dan
Pejuang sosial lainnya.

Bandung, Rabu, 30 Januari 2012
ALIANSI RAKYAT JAWA BARAT
 
 
Dadan Ramdan
Koordinator
 
(WALHI JABAR,LBH  BANDUNG,FKMA,AGRA,FAM UNPAD, WAKCABALAKA, SPJB)
 
 
******************************************************************
wahana lingkungan hidup indonesia ( walhi ) jawa barat
jalan piit nomor 5 bandung 40133
telp/fax. +62 22 250 7740
e-mail : [email protected], [email protected]
***************************************************************** 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke