Camat dan Lurah di Jakarta kudu siap2 dipecat neh, karena rata2 mereka 
beranggapan seperti raja kecil. Gak pernah turun ke bawah dan hanya terima 
laporan aja. Belum lagi kelakuan sebagian oknum PNS/Pegawai Kecamatan dan 
Kelurahan yang sedikit2 main segel dan Pasang Papan BANGUNAN INI DISEGEL hanya 
gara2 lokasi tanah kosong tsb dibangun pagar tembok. Serba susah, dibiarkan 
blong tanpa pagar, dikuasai PKL atau Pemulung dan dibangun gubuk2 liar. Eh 
begitu dipagarin, Disegel Pemda - malah ada yang dibolongin temboknya. Akhirnya 
Pemulung masuk lagi dan happy bisa bangun tembok beton lagi. 
Yang begini kudu diberesin Boss. Jangan nanti kesannya Gubernur dan Wagub nya 
bersih eh di bawahnya malah petantang petenteng lawan warganya. 

----------------------------------

Siapa lagi yang akan dipecat Ahok?
Reporter : Muhammad SholehRabu, 30 Januari 2013 

Jokowi copot pejabat rusun Marunda karena menipu masyarakat
Tak sadar jadi Wagub, Ahok malah salami anak buahnya duluan

Ahok. ©2012 Merdeka.com/Nurul


Birokrasi merupakan sebuah sistem pemerintahan guna mendukung suatu program 
agar berjalan efektif dan maksimal. Duet kepemimpinan Gubernur dan Wakil 
Gubernur DKI Jakarta memiliki gaya kerja dan ciri khas sendiri-sendiri. Joko 
Widodo (Jokowi) lebih doyan untuk blusukan ke kampung-kampung, sedangkan Basuki 
T Purnama (Ahok) lebih fokus untuk mengurusi dan memelototi anggaran serta 
birokrasi pemerintahan.

Dalam persoalan demokrasi, pasangan gubernur dan wakil gubernur yang diusung 
oleh PDIP dan partai Gerindra ini tidak segan-segan atau memecat dan menindak 
tegas pegawai yang lelet kerjanya. Serta melanggar aturan. Ahok dengan gayanya 
yang garang dan tegas akan memecat lima pegawai Pemprov yang ditengarai 
melanggar aturan.

"Ada beberapa pegawai yang mau kita keluarkan, ada lima pegawai kalau enggak 
salah," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di 
Balaikota Jakarta, Senin (28/1).

Menurut Ahok, pihaknya telah mengantongi sedikitnya lima pegawai di lingkungan 
Pemprov DKI Jakarta yang melanjutkan sekolah ke luar negeri tanpa izin. Ahok 
mengaku telah membahasnya dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur negara 
(KemenPAN).

"Ya mereka ngelanjutin sekolah tanpa melalui izin, ya pegawai ilegal," katanya.

Selain itu, Ahok juga telah mencopot kepala sekolah SMA unggulan MH Thamrin 
Jakarta Timur. Ahok mengaku kalau kepala sekolah SMA tersebut, yakni Jumadi 
telah 8 tahun memimpin sekolah unggulan itu.

"Pendidikan juga bagus, hari ini sudah dilantik kepala sekolah MH. Thamrin, 
sudah diganti dengan baru," ujar Ahok di Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu 
lalu.

Selanjutnya, Mantan Bupati Belitung Timur ini akan terus mengkaji terhadap 
dunia pendidikan. Jika ada sekolah yang melakukan pungutan liar atau tidak 
produktif, Ahok tidak segan-segan untuk memecat kepala sekolah yang 
bersangkutan.

"Terus kita mau kaji soal sekolah tidak boleh lagi ada pungutan. Kita akan 
tingkatkan siswa tidak mampu di swasta nanti kita tingkatkan kasih kartu pintar 
semua," tegas Ahok.

"Nggak boleh lagi, jadi siapapun yang melakukan itu kepala sekolah digeser," 
tambahnya.

Tidak hanya itu, Ahok juga menyentil Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang 
ogah-ogahan atau malas bekerja. Dirinya mencontohkan hal kecil seperti 
pekerjaan fotokopi.

"PNS mohon maaf ya, untuk hal-hal kecil tidak mau kerja. Untuk fotokopi pun 
harus panggil office boy, pakai outsourcing, enggak bisa. Mental pegawai kayak 
gitu, kita coret saja," tegas Ahok.

Menurut Ahok, saat ini gaji PNS sudah tidak kalah dengan pegawai swasta. Jika 
ditemukan ada PNS yang manja-manja atau malas melakukan pekerjaan sekecil 
apapun, dirinya tak segan-segan untuk mencoret dan memecatnya. 

"Suruh pindah kabupaten atau provinsi lain. Fotokopi apa susahnya sih. Jadi 
kalau mental kerjanya kayak raja semua, pakai office boy, pakai outsourcing 
lebih baik kita kasih sanksi, kita keluarkan," katanya.

Tidak hanya berhenti di situ saja, ancaman pemecatan Ahok juga diberikan kepada 
camat, lurah, dan Satpol PP jika tidak menjalankan tugas dengan baik dan benar. 
Kemudian disaat melakukan kunjungan di ruang Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, 
Ahok mengancam jika pejabat Inspektorat ada yang melakukan korupsi, maka akan 
langsung dipecat.

"Dulu kalau saya nyari Inspektorat yang pintar maling dan mau pensiun. Kalau 
macam-macam saya sikat dulu, saya pecat," tegas Ahok.

Dalam waktu dekat, Pemprov DKI Jakarta dipastikan bakal mencopot dua Kepala 
Suku Dinas Kebersihan. Pasalnya, selain masa kerja sudah habis, mereka dinilai 
kinerjanya tidak sesuai standar.

"Ya memang masa kerjanya sudah mau habis. Ada juga yang tidak cepat kerjanya 
seperti di utara," ujar Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin di Balaikota 
Jakarta, Selasa (29/1).

Mantan Wakil Kepala Dinas Kebersihan ini mengaku ada tiga pejabat eselon III 
yang diganti, salah duanya Kasudin Utara dan Selatan. Sedangkan pejabat eselon 
IV belum ada pergantian.

"Tiga orang, yang eselon IV belum, utara sama selatan (Kasudin)," tandasnya.

Untuk membangun birokrasi yang efektif, tidak sedikit pejabat-pejabat di 
lingkungan Pemprov DKI yang diancam dan dipecat oleh Ahok. Didukung dengan 
ketegasan dan kegarangannya, Ahok tidak sungkan-sungkan mencoret pegawai yang 
dinilai kerjanya tidak maksimal. Siapa lagi giliran pegawai yang bakal dipecat 
Ahok?

Kirim email ke