Ref: Apakah ada partai politik di NKRI, teristimewa petinggi-petingginya yang 
tidak bermental tukang catut bin korupsi? Kalau tidak ada berarti suap menyuap 
itu maslah biasa. 


http://www.tempo.co/read/news/2013/01/31/063458099



Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishak dijemput penyidik KPK di 
kantor DPP PKS, Jakarta, (30/1). KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka karena 
diduga menerima suap terkait kepengurusan impor daging sapi. TEMPO/Amston Probel



Kamis, 31 Januari 2013 | 08:55 WIB
Skandal Daging Berjanggut, Laporan Tempo 2011
Besar Kecil Normal 
TEMPO.CO, Jakarta - Kasus suap terkait izin impor daging yang kini menimpa 
Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq sudah pernah ditulis 
majalah Tempo edisi 14 Maret 2011. Dalam laporan utama berjudul Impor Renyah 
Daging Berjanggut itu, Tempo mengulas bagaimana para makelar izin impor dengan 
leluasa bermain di Kementerian Pertanian. 

Salah satu pemain izin impor yang ditulis Tempo adalah Basuki Hariman. 
Pengusaha ini mengimpor daging sapi dari Australia dengan bendera CV Sumber 
Laut Perkasa dan PT Impexindo Pratama. Dua perusahaan ini berhak mengimpor 
daging sebanyak 9.000 ton. 

Kuota impor yang dikantongi Basuki termasuk besar untuk ukuran perusahaan 
importir daging di Kementerian Pertanian. Ini agak janggal. Pasalnya, rekam 
jejak Basuki tidak kinclong. 

Pada 2004 silam, Basuki pernah tersandung kasus pemalsuan barang. Perusahaannya 
mengemas daging asal India dan menjualnya sebagai daging Australia. Ketika itu, 
impor daging dari India, dilarang. Toh, Basuki tetap bisa melenggang.  

Sumber Tempo berbisik, Basuki bisa lolos karena merapat ke Suripto, anggota 
Majelis Syuro PKS. Basuki bisa mengenal bekas anggota Badan Koordinasi 
Intelijen Negara (BAKIN)―kini Badan Intelijen Negara (BIN)―lantaran 
diperkenalkan oleh Tafakur Rozak Soedjo, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Alam 
Watch. 

Pada 2010 lalu, Basuki menemui Rozak di kantor lembaga riset itu di Jalan 
Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Rozak jualah yang mempertemukan Basuki 
kepada Direktur Jenderal Peternakan (waktu itu) Prabowo Respatiyo Caturroso. 
Oleh Rozak, Basuki diperkenalkan sebagai "orangnya Suripto." 

Berkat label itu, Basuki bisa keluar masuk dengan leluasa di Kementerian 
Pertanian. Pada laporan majalah Tempo Maret 2011, Rozak, Suripto, dan Basuki 
membantah semua kabar ini. 


RETNO SULISTYOWATI, AGOENG WIJAYA, NIEKE INDRIETTA, FERY FIRMANSYAH 

Berita Terkait
  a.. Tersangka Suap Daging PKS Sewa Gadis Rp 10 Juta? 
  b.. Misteri Suara Dalam Kamar Hotel Kurir Suap Daging 
  c.. Suap Daging Impor, Hidayat Tak Tahu Siapa AFF 
  d.. KPK Lepas Gadis Seksi di Skandal Suap PKS 
  e.. Jadi Tersangka Suap Daging, Bos PKS Belum Bisa Dinonaktifkan 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke