From: Daniel H.T. 
Sent: Monday, January 28, 2013 7:07 PM
To: Perspektif ; Mediacare ; TionghoaNet ; KompasCommunity 
Subject: [mediacare] Rasyid Rajasa Sudah di London? Penghormatan Hukum ala 
Hatta Rajasa?

  

http://hukum.kompasiana.com/2013/01/28/rasyid-rajasa-pengemudi-bmw-maut-itu-sudah-di-london-529475.html


 
Rasyid Amrullah Hatta (Sumber: Kompas.com)
Entah gosip itu berasal dari mana, M. Rasyid Amrullah Rajasa, sejak minggu lalu 
sudah berada di London, Inggris, untuk melanjutkan kuliahnya di University of 
East London. Seiring dengan dimulainya perkuliahan di universitas tersebut, 
setelah liburan Natal dan Tahun Baru.
Padahal, seharusnya Rasyid tidak boleh meninggalkan Jakarta, apalagi 
meninggalkan Indonesia, karena harus mengikuti proses hukum kasus kecelakaan 
lalu-lintas maut yang melibatkannya.
Seperti yang telah diketahui bahwa pada 1 Januari 2013, dini hari, di tol 
Jagorawi, BMW X5 yang dikemudikan oleh putra bungsu Hatta Rajasa (Menko 
Perekonomian) itu menabrak dari belakang sebuah Daihatsu Luxio, mengakibatkan 
dua orang penumpang Luxio tewas seketika.
Kalau orang biasa yang berada di posisi Rasyid, dapat dipastikan polisi akan 
segera – dalam tempo beberapa jam – telah menetapkannya sebagai tersangka, dan 
langsung ditahan. Tetapi, karena ini adalah putra seorang pejabat tinggi 
negara, maka perlakuannya pun beda. Bahkan polisi terkesan seperti “terpaksa” 
melakukan proses hukum kepada Rasyid, termasuk menetapkannya sebagai tersangka, 
karena kasus ini telanjur sudah diketahui publik. Sejak awal kasus ini memang 
janggal di tangan polisi.
Hatta Rajasa sebagai ayah dari Rasyid telah dengan cepat menyatakan bahwa 
Rasyid akan tetap bertanggung jawab secara hukum atas perbuatannya itu. 
Keluarganya menghormati hukum.
Tetapi, di tengah-tenggah semakin menipisnya kepercayaan publik kepada para 
pejabat (tinggi) Indonesia, dan penegakan hukum di Indonesia, apakah pernyataan 
Hatta Rajasa itu bisa dipercaya oleh publik? Publik tentu lebih mengharapkan 
bukti nyata daripada sekadar ucapan.
Demikian pula dengan perkembangan terakhir kasus ini, dengan beredarnya gosip 
bahwa Rasyid Amrullah Rajasa, yang seharusnya tidak boleh meninggalkan 
Indonesia, karena harus segera mengikuti persidangan kasusnya, dikabarkan malah 
sekarang sudah berada di London, Inggris, untuk melanjutkan kuliahnya!
Benarkah?
Seperti kompak, Hatta Rajasa dan pihak kepolisian pun segera membantahnya. 
Hatta Rajasa mengatakan tidak benar anaknya itu sudah berada di London. Rasyid 
masih ada di Jakarta, tinggal di rumahnya, dan masih menjalani pemeriksaan 
kesehatannya secara rutin, katanya.
“Tadi pagi rutin ke rumah sakit,” kata Hatta di sela-sela acara rapat kerja 
pemerintah di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (28/1/2013), 
ketika ditanya mengenai isu putranya kembali ke London, Inggris (Kompas.com).
Sedangkan Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan 
kabar kepergian Rasyid itu hanya gosip. “Kami tidak pernah dengar kabar seperti 
itu. Jangan percaya gosip!” ujarnya, Senin, 28 Januari 2013. Meskipun dia 
mengaku, memang tidak ada pencekalan bagi Rasyid ke luar negeri (Tempo.co.id).
Di sini saja, sebenarnya menimbulkan tanda tanya lagi. Ketika beredar gosip 
tersebut, polisi seharusnya bertindak cepat dengan melakukan pengecekan 
langsung ke rumah Hatta Rajasa, apakah benar anak Menko Perekonomian itu masih 
ada di situ. Yang terjadi, polisi tidak melakukan apapun, dan percaya begitu 
bahwa Rasyid masih ada di rumahnya itu. Hanya dengan alasan “kami belum 
mendengar,” polisi merasa yakin bahwa gosip itu hanya sebatas godip yang tidak 
layak dipercaya.
Hatta Rajasa pun hanya sebatas membantah gosip tentang keberadaan putra 
bungsunya itu di London. Tanpa berupaya untuk segera membuktikan kepada publik 
kebenaran bantahannya itu. Publik malah cenderung lebih percaya gosip itu 
ketimbang bantahan dari Hata Rajasa dan polisi.
Seharusnya, untuk menepis gosip tersebut, dan meyakinkan publik, Hatta Rajasa 
segera menampilkan Rasyid ke depan publik, sebagai bukti bahwa Rasyid memang 
masih berada di Jakarta. Bukan di London. Cukup dengan mengundang sejumlah 
wartawan ke rumahnya untuk sama-sama menyaksikan keberadaan Rasyid di rumahnya 
itu.
Yang terjadi, sampai saat ini, Hatta Rajasa hanya membantah, tanpa membuktikan 
kebenaran bantahannya itu. Polisi pun tenang-tenang saja, karena mereka “belum 
pernah mendengar” kabar Rasyid sudah ke London itu, merasa tidak perlu untuk 
membuktikan sendiri langsung ke tempat, apakah gosip itu benar ataukah tidak.
Sejak awal kasus ini memang menimbulkan banyak tanda tanya, karena 
kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan polisi dalam penanganannya.
Pada awal kejadian. Begitu tahu bahwa kecelakaan lalu lintas itu melibatkan 
anak Hatta Rajasa, sudah timbul kesan kuat bahwa polisi hendak menutup-nutupi 
kasus tersebut agar jangan sampai diketahui umum. Antara lain dengan 
“menyembunyikan” mobil BMW X5 yang dikemudikan Rasyid itu di kantor Laka Lantas 
Polda Metro Jaya. Nomor polisinya, B 272 HR pun terkesan hendak dirahasiakan, 
tetapi karena banyak saksi mata sudah “terlanjur” mencatat nomor polisi itu, 
polisi tidak bisa menghindar lagi.
 
Tidak seperti biasa, awalnya, mobil BMW X5 yang dikemudikan Rasyid itu 
dibungkus polisi seperti ini. Nomor pelatnya pun dicopot. Supaya tidak 
diketahui publik siapa sebenarnya pengemudinya? (Sumber: Kompas.com)
Ketika itu kedua mobil yang terlibat kecelakaan maut itu dibawa ke Subdit Laka 
Lantas Polda Metro Jaya, tidak seperti biasa, mobil BMW X5 yang dikemudikan 
oleh Rasyid itu mendapat “perlakuan khusus.” Seluruh bodi mobilnya ditutupi 
dengan plastik berwarna abu-abu, dan pelat nomor kedua mobil itu juga dicopot 
polisi. Padahal selama ini tidak pernah polisi mencopot pelat mobil yang 
terlibat kecelakaan,  dibiarkan apa adanya,  apalagi sampai membungkusnya 
seperti itu.
Tidak seperti biasa juga, setelah “terpaksa” menetapkan Rasyid sebagai 
tersangka, polisi juga tidak segera menahannya. Polisi “menunggu” sampai Rasyid 
dinyatakan sakit, sehingga ada alasan untuk tidak menahannya. Rasyid pun 
diperbolehkan polisi untuk dirawat di rumahnya, sementara menunggu kasusnya 
diproses hukum.
Entah apa sesungguhnya sakit yang diderita oleh Rasyid, sampai hampir tepat 
satu bulan sejak kecelakaan itu, dia masih belum sembuh-sembuh juga. Padahal 
saksi mata mengatakan bahwa ketika kecelakaan terjadi, pengemudi BMW X5 itu, 
sehat-sehat saja, tidak menderita luka apapun. Apakah karena menderita trauma 
kejiwaan sedemikian parah sampai sedemikian lama juga belum sembuh? Yang pasti, 
sejak dinyatakan sakit, dan diperbolehkan tinggal di rumahnya. Publik pun tidak 
bisa lagi mengetahui kondisi sebenarnya Rasyid. Wartawan pun dilarang mendekati 
rumah itu.
Kasus kecelakaan lalu-lintas ini pun bukan suatu kasus pelik. Kasusnya sama 
dengan kasus-kasus kecelakaan lalu lintas pada umumnya. Ada mobil yang menabrak 
mobil lain, entah karena mengantuk, atau alasan lainnya, ada korban jiwanya. 
Semuanya jelas. Tidak ada misterinya. Tetapi seolah-olah polisi tiba-tiba 
menjadi amatiran dalam menangani kasus ini. Sampai-sampai membuat berkas 
perkaranya pun tidak becus, sampai harus dikembalikan oleh pihak Kejaksaan 
untuk diperbaiki.
Hebatnya, untuk pertama kali sebuah kasus kecelakaan lalu lintas biasa seperti 
ini, sampai hampir satu bulan kemudian, polisi belum juga selesai melakukan 
penyidikannya.
Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, pada 28 Januari 2013, mengatakan, 
pihaknya masih melakukan penyidikan kasus Rasyid. Seluruh proses yang telah 
dilakukan, kata dia, sudah sesuai dengan aturan yang ada (Kompas.com).
Sebelumnya, polisi sudah menyerahkan berkas perkara itu ke Kejaksaan Agung, 
tetapi dikembalikan lagi ke pihak penyidik Polda Metro Jaya, pada Kamis, 17 
Januari 2013, karena belum lengkap.
Setelah dilengkapi, polisi menyerahkan kembali berkas tersebut ke Kejaksaan. 
Sampai sekarang masih diteliti oleh pihak Kejaksaan.
“Untuk berkas Rasyid masih dilakukan penelitian kembali oleh penuntut umum,” 
ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi 
kepadaKompas.com (Senin, 28/01/2013),
Sampai kemudian beredar gosip bahwa diam-diam Rasyid Amirullah Hatta sudah 
berada di London, Inggris.
Kalau Hatta Rajasa benar-benar ingin membuktikan bahwa bantahannya itu benar, 
bahwa anaknya itu masih ada di rumahnya di Jakarta, maka seharusnya sesegera 
mungkin dia memperlihatkan anaknya itu ke depan publik. Kalau telat, meskipun 
kemudian hal itu dilakukan, publik tetap saja bisa curiga bahwa sebenarnya, 
memang betul Rasyid sempat ke London, atau ke negara lainnya, tetapi karena 
ketahuan, diam-diam Rasyid dipulangkan kembali ke Indonesia. Khusus untuk 
“membuktikan” dia masih ada di Indonesia.
Ataukah inilah menghormati hukum ala Hatta Rajasa? ***


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke