http://id.berita.yahoo.com/uang-suap-rp-10-juta-ditemukan-di-tas-165030012.html

Uang Suap Rp 10 Juta Ditemukan di Tas Mahasiswi Berinisial M


Oleh Edwin Firdaus | TRIBUNnews.com – 15 jam yang lalu
a.. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahmad Fathanah (AF), seorang pria yang diduga 
merupakan orang dekat Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, ditangkap petugas 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat keluar hotel Le Meridien, Jakarta 
Barat, bersama teman wanita berinisial M.
"Kami menangkap AF bersama-sama dengan seorang wanita berinisal M," kata Juru 
Bicara KPK Johan Budi di kantornya, Rabu (20/1/2013).

Penelusuran Tribunnews.com, M adalah mahasiswi dari kampus di bilangan Jakarta 
Selatan. Sementara AF adalah anak dari seorang tokoh Islam terkemuka di 
Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Fadeli Luran.

AF dan M masuk hotel sekitar sore, namun baru ditangkap tim KPK pukul 20.00 WIB 
saat keluar hotel. Awalnya, KPK menduga LHI akan datang menemui AF di hotel 
yang dimaksud.

Saat penangkapan AF dan M, tim KPK juga berhasil mengamankan barang bukti uang 
senilai Rp 1 miliar. Uang 'suap' berasal dari Direktur PT Indoguna Utama, Juard 
Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Keduanya pun digelandang ke kantor KPK pada pukul 20.10 WIB. Tim juga menangkap 
dua orang direktur PT UI di kediaman Arya di kawasan Cakung, Jakarta. Di kantor 
KPK, penyidik langsung intens memeriksa empat orang tersebut.

Berdasarkan keterangan pejabat KPK, saat diperiksa diakui uang suap berjumlah 
Rp 1 miliar. Namun, saat dihitung, uang pecahan 100 ribu rupiah itu hanya 
berjumlah Rp 990 juta. Sementara, 10 juta berada di tas wanita M tadi.

Sementara berdasarkan gelar perkara, akhirnya KPK meningkatkan status tersangka 
terhadap empat orang atas kasus pemenangan tender impor daging sapi.

"Kami sudah menemukan dua alat bukti yang cukup, ada dugaan tindak pidana suap, 
yang dilakukan JE dan AAE pemberi, AF penerima. Kemudian kami juga menemukan 
dua alat bukti yang berhubungan dengan anggota DPR atas nama LHI," kata Johan 
Budi.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke