http://www.antaranews.com/berita/356111/rupiah-melemah-20-poin

Rupiah melemah 20 poin 
Jumat, 1 Februari 2013 11:13 WIB | 973 Views



Jakarta (ANTARA News) - Kurs mata uang rupiah pada Jumat pagi bergerak melemah 
20 poin seiring aksi "wait and see" pelaku pasar terhadap data inflasi Januari 
2013.

Kurs nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Jumat 
pagi bergerak melemah sebesar 20 poin menjadi Rp9.700 dibanding posisi 
sebelumnya Rp9.680 per dolar AS.

"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung melemah tipis yang 
kemungkinan dipicu aksi `wait and see` pelaku pasar uang terhadap data inflasi 
Januari 2013," kata analis Trust Securities Reza Priyambada, di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan, mulai efektifnya tarif dasar listrik (TDL) dan adanya musibah 
banjir yang melanda berbagai wilayah membuat kekhawatiran akan tersendatnya 
pasokan barang sehingga memicu lonjakan harga yang berujung pada naiknya 
inflasi.

Secara historis, menurut dia, inflasi pada bulan Januari juga cenderung 
meningkat. Dengan kekhawatiran itu akan membuat penilaian bahwa inflasi 
diekspektasikan dapat di atas satu persen.

Di sisi lain, dikatakan dia, data produk domestik bruto (PDB) AS yang di bawah 
satu persen menjadi penopang dolar AS menguat seiring naiknya permintaan mata 
uang "save haven" untuk menghindari risiko makro ekonomi atau pasar keuangan.

Pengamat pasar uang dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, 
pengumuman badan pusat statistik (BPS) hari ini (1/2) cukup ditunggu investor 
terutama untuk neraca perdagangan karena akan cukup mempengaruhi pergerakan 
rupiah berikutnya.

"Perkiraan Samuel untuk inflasi Januari mencapai 0,87 persen (month on month) 
atau 4,4 persen (year on year), sedangkan untuk neraca perdagangan Desember 
2012 kami perkirakan masih defisit sebesar 287,3 juta dolar AS," papar dia.

Ia memproyeksikan, ada potensi penguatan rupiah pada hari ini di kisaran antara 
Rp9.650-Rp9.680 per dolar AS tetapi dengan penjagaan BI karena masih rentan 
tekanan terlihat dari kurs NDF (non deliverable forward) satu bulan yang masih 
tinggi diatas level Rp9.800 per dolar AS. 

(S004) 
Editor: Ella Syafputri


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke