http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=41030



Mengunjungi Apartemen Istri Muda Ajudan Mantan Presiden



 
KPK telah menangkap basah Ahmad Fathanah menerima Rp 1 M yang diduga suap 
terkait impor daging sapi. Ajudan Presiden PKS itu tinggal di Apartemen 
Margonda Residence Depok bersama istri mudanya. Bagaimana sosoknya?

Apartemen Margonda Residence I yang berlokasi di Jalan Margonda Raya No 42, 
Depok, itu mendadak ramai. Sejumlah penghuni apartemen yang mayoritas orang 
asing berkumpul di lantai bawah. Pasalnya, lima anggota KPK yang mengendarai 
Innova Silver B 1886 UFR mendatangi dan menggeledah salah satu kamar di hunian 
elite delapan lantai tersebut.

Ruangan bercat kuning di lantai VI Blok C No 605 itu merupakan hunian dari 
istri muda dari Ahmad Fathanah yang merupakan ajudan dari Presiden Partai PKS 
Luthfi Hasan Ishaaq yang tersandung kasus suap impor daging sapi oleh PT 
Indoguna Utama di Kementerian Pertanian. Seluruh sudut ruangan kamar tipe 38 
itu digeledah lima petugas KPK untuk mencari sejumlah berkas transaksi suap 
tender daging sapi tersebut.

Dari kamar itu petugas KPK membawa tiga kardus besar berkas, satu printer 
Cannon hitam, dan laptop jinjing. Saat digeledah, dua wanita yang menghuni 
kamar tersebut ikut terkejut. Salah satu penghuni kamar itu adalah istri muda 
Ahmad Fathanah berinisial AML (20). Perempuan itu pun diketahui tengah hamil 
delapan bulan. Penggeledahan itu dilakukan pukul 11.30, Kamis (31/01).

”Iya kami datang untuk mencari berkas di kamar milik Fathanah. Informasi ini 
kami dapatkan dari tersangka. Ada dua penghuni kamar yang sedang duduk santai,” 
tegas salah satu penyidik KPK kepada INDOPOS (Grup JPNN) usai menggeledah kamar 
itu. 

Perempuan memiliki tinggi sekitar 156 cm itu mengenakan celana hitam dan gamis 
putih. Berparas ayu dengan jilbab abu-abu. Ketiga petugas KPK melakukan 
penggeledahan, dia tampak kooperatif. AML menunjukkan semua berkas kerja sang 
suami yang diminta petugas.
”Dia sangat baik, semua yang kami minta diberikan. Penggeledahan itu lebih dari 
empat jam. Biar tidak ada lagi barang bukti yang tertinggal,” ungkapnya.

Namun, saat ditanya mengenai status AML itu, penyidik KPK itu menyatakan bahwa 
perempuan itu adalah istri muda Ahmad Fathanah. Perempuan itu sudah 3 bulan 
tinggal di Apartemen Margonda Residence, Kota Depok. Bahkan, sang suaminya itu 
sudah melunasi uang sewa kamar di lantai VI Blok C No 605 tersebut ke manajemen 
apartemen itu.

”Hanya itu yang kami tahu. Kalau urusan rumah tangga bukan ranah kami. Yang 
pasti semua barang bukti yang kami perlukan sudah didapat. Kalau mau tau lebih 
jelas datang saja ke kantor KPK,” imbuh penyidik itu kepada INDOPOS saat hendak 
pulang.

Sementara itu, pengelola Margonda Residence Dian Rukmandan membenarkan kamar 
itu disewa Ahmad Fathanah dari penyewa sebelumnya yang bernama Septy pada 
November 2012 lalu. Dian mengaku tidak mengetahui mengenai kegiatan dalam kamar 
tersebut selama disewa. “Kalau kondisinya kami tidak tahu karena itu privasi 
penyewa. Iya benar kamar itu yang digeledah, yang pasti sudah dibayar selama 
tiga bulan,” ucapnya.

Dian menambahkan, selama menyewa kamar itu dirinya hanya melihat seorang pria 
datang dan masuk ke kamar di lantai VI Blok C no 605 itu. Pria yang diduga 
Ahmad Fathanah hanya satu kali seminggu datang dan berkunjung. Perempuan itu 
hanya sesekali keluar ruangan untuk berbelanja.

”Uang sewanya Rp 3 juta/bulan sudah dilunasi penyewa. Perempuannya kalem, manis 
dan memang hamil. Cuma saya tidak pernah tegur sapa saja,” paparnya.

Menurut tetangga kamar Ahmad Fathanah, Linda Diana, 35, AML dan Ahmad Fathanah 
merupakan penyewa kamar 605. Namun, keduanya jarang sekali keluar kamar ataupun 
berkumpul bersama penghuni lain.

”Sangat tertutup sekali mereka. Jarang keluar kamar, paling kalau keluar buat 
beli makan. Saya baru lihat mereka dua kali,” tuturnya.

Linda menjelaskan, istri Ahmad Fathanah itu memang tergolong perempuan berparas 
ayu. Pasalnya, setiap kali tersenyum beberapa penghuni apartemen yang mayoritas 
mahasiswa asing selalu terpesona. Murah senyum dan santai membuat penghuni 
sebelah kamar 605 itu terus memantau perempuan yang hamil delapan bulan itu.

”Anaknya memang manis sekali, kulitnya putih dan punya lesung pipit. Yang pasti 
buruan mata mahasiswa yang tinggal di sebelah kamarnya itu,” tandasnya. (*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke