ref: Impor daging melalui banyak perantara berbagai kepentingan termasuk, 
misalnya partai politik, maka harga daging di NKRI lebih mahal dari negara 
tetangga  bagi rakyat kelas kerocok, jadi   mereka yang rakyat kelas kerocok, 
kalau mujur  bisa makan daging atau mencicp daging pada hari raya agama jika  
berhasil menerima amal jariah daging dari orang–orang berada termasuk para 
petinggi negara dan kepala negara.

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=40&id=41033

SABTU, 02 Februari 2013 | 117 Hits


Harga Daging RI Lebih Mahal dari Negara Tetangga


JAKARTA, AE— Sepanjang tahun lalu harga daging sapi di Indonesia terus 
mengalami fluktuasi harga bahkan cenderung bertahan tinggi. Kenyataanya harga 
daging di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan dengan Singapura, Malaysia 
bahkan Australia.

ata Desember 2012 dengan harga Rp 90-95.000/Kg. Malaysia itu sekitar Rp 50.000, 
Singapura Rp 40.000-50.000/Kg tergantung kualitas, Thailand Rp 40.000-50.000/Kg 
berdasarkan kualitas, Australia sendiri sama Rp 40.000-50.000/Kg. Dan itu kalau 
ditelusuri sampai dengan Desember 2011 di negara tersebut kira-kira sama 
angkanya stabil Rp 40.000-50.000. Jadi kita cuma bilang faktanya saja,” kata 
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan media di 
Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (1/2).

Menurut Bayu, sepanjang tahun 2012, harga daging sapi di Indonesia terus 
mengalami peningkatan. Padahal di awal tahun 2012 harga daging sapi hanya Rp 
65.000/Kg. “Satu faktor yang betul kami perhatikan pada awal tahun 2012 harga 
daging itu sekitar Rp 65.000/Kg. Itu menjelang lebaran naik sekitar Rp 
85.000/Kg. Kemudian naik lagi di kisaran Rp 90.000-95.000/Kg,” tuturnya.

Sampai saat ini, harga daging sapi masih pada kisaran Rp 90.000-95.000/kg. Bayu 
berkomentar jika harga daging saat ini masih pada kisaran Rp 90.000-95.000/kg, 
maka menjelang Lebaran tahun ini harga daging bisa meroket menjadi Rp 
125.000/kg.

“Menggunakan logika yang sama saja. Kalau menjelang lebaran kita start dengan 
harga masih Rp 90.000-95.000/kg. Kita bayangkan saat Ramadhan dan lebaran harga 
bisa naik sampai Rp 125.000. Apa mau kita biarkan seperti itu. Apa 
konsekuensinya nambah kuota? ya nggak. Silahkan dong keluarkan sapinya, pasok 
dong kirim, tambah dagingnya,” cetus Bayu. (DTC) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke