Ref: Apakah partai-partai yang merapat ini ingin menyelamatkan PD dari tong 
sampah ataukah karena mereka adalah bahagian dari PD?

http://www.gatra.com/politik/24104-sembilan-parpol-gagal-verifikasi-merapat-ke-demokrat.html

Sembilan Parpol Gagal Verifikasi Merapat ke Demokrat 

  Selasa, 05 Februari 2013 00:34 

 
Sejumlah pentolan partai gagal verifikasi merapat ke Demokrat (GATRAnews/Iwan 
Sutiawan)
Jakarta, GATRAnews - Sembilan partai politik (Parpol) yang tidak lulus 
verifikasi faktual dan gagal menjadi kontestan Pemilu 2014, merapat ke partai 
besutan Susilo Bambang Yudhyono, Partai Demokrat. "Komunikasi terakhir per hari 
ini, ada 9 partai yang bergabung dengan Partai Demokrat," kata Ketua Partai 
Matahari Bangsa (PMB) DKI Jakarta, Arief Rahman Cholid di DPD Demokrat DKI 
Jakarta, Senin, (4/2). 
Menurutnya, kesembilan Parpol yang telah bergabung ke Partai Demokrat itu, 
yakni Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Pertai Kasih Demokrasi Indonesia 
(PKDI), PPRN DKI, PKNU DKI, Partai Barnas DKI, Partai Pakar Pangan DKI, Partai 
Matahari Bangsa DKI, PDS DKI, dan PKPI DKI.

Menurutnya, para pengurus 9 Parpol tersebut mendatangi kantor DPD Demokrat, 
menyatakan untuk bergabung dan siap memperkuat partai Demokrat DKI Jakarta. 
Mereka diterima Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta, Nachrawi Ramli. Kesembilan 
pengurus Parpol itu antara lain, Arief Rahman Chalid (Ketua PMB DKI Jakarta), 
Jefri Mamoto (Ketua PKDI DKI Jakarta), Jemmi Toar (Ketua Partai Barnaz DKI 
Jakarta), KH Fathoni Tamzis (Ketua PKNU DKI Jakarta), Very Nasution (Ketua PDP 
DKI Jakarta), Donny Luminggas (Ketua Pakar Pangan DKI), dan Ronny Wongkar 
(Sekretaris DPW PDS DKI Jakarta).

Menurutnya, ketertarikan 9 partai yang tidak lolos verifikasi tersebut ke 
Partai Demokrat, karena selain ada hubungan emosional pertemanan, juga punya 
sejarah sebagai pendukung SBY-Boediono pada pemilu 2009 dan pendukung Fauzi 
Bowo-Nachrawi Ramli pada 2012.



"Pertama, secara emosional kami dengan Ketua Demokrat DKI Jakarta punya ikatan 
pertemanan. Pada saat pilpres 2009 kami pendukung SBY-Boediono, pilkada DKI 
Jakarta kami pendukung Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli. Hati kami dan para pimpinan 
partai lain lebih dekat ke Partai Demokrat. Jadi secara historis kami punya 
ikatan emosional dan pertemanan," ungkap Arief.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PKDI DKI Jakarta, Jefri Mamoto. Menurutnya, 
partai Demokrat telah memberi kesempatan pada mereka untuk memperkuat struktur 
kepengurusan dan sebagai caleg dari Demokrat "Dua-duanya dibuka, dua-duanya 
diberi kesempatan untuk memperkuat kepengurusan dan jadi calon legislatif," 
katanya

Menurut Arief Rahman, dengan bergabungnya 9 partai yang tidak lolos verifikasi, 
diharapkan dapat memperkuat Partai Demokrat di DKI. Sebab, DKI merupakan 
barometer nasional. Jika Demokrat di DKI Jakarta bisa menjadi pemenang pemilu, 
itu dapat memperkuat kekuatan partai secara nasional.

"Pimpinan dan tokoh-tokoh partai bertekad untuk bergabung. Ketika partainya 
tidak lolos, mereka harus memilih salah satu partai dari 10 partai yang lolos. 
DKI kan barometer nasional. Kalau partai Demokrat bisa memenangkan pemilu di 
DKI dengan kursi yang signifikan, maka bisa berdampak pada kekuatan di seluruh 
Indonesia," pungkasnya.(IS)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke