"Wawancara Mata Najwa Dengan PSK Dan Anggota DPR Perihal Suap Syahwat" 

by @MataNajwa 

Gratifikasi seksual mencuat, melancarkan patgulipat pejabat. Imbalan 
seks menjadi rekreasi, sebagai pintu masuk & lobi. Terjadi saat 
lawatan dinas tatkala kebijakan ramai dibahas. Mencatut pos 
anggaran/demi proyek yang dimenangkan

Korupsi diselimuti 
birahi. PSK, istri simpanan hingga mahasiswi. Dalam permainan kuasa, 
perempuan menjadi gula-gula, Mlm ini sy hadirkan 2 pekerja seks yg 
jasanya jg digunakan para pejabat. Utk jaga kemurnian info kami tutup 
identitasnya

Saya dapat klien lewat model agen. Bedanya kalau 
orang biasa itu tanpa pesanan apapun. Sedangkan kalau pejabat ada 
pesanan khusus dari agen kata Miss Y, Biasanya agen berpesan ini bukan 
org sembarangan, hrs pintar nyervis soalnya dia pejabat.'” Miss Y, 
“Biasanya (pejabat) dari daerah. Kalimantan, Papua.. Diminta servisnya 
lebih bagus, terus make-up nya juga. Pokoknya beda lah, diperlakukannya 
beda” Miss Y, “Dibriefing dulu sblm ketemu. Kamu hrs bs make up yg 
cantik, servis yg bagus soalnya ini bukan orang sembarangan”

“Biasanya agen sdh sediakan semuanya, jd kita benar2 disediakan khusus 
untuk menemui pejabat”, “Tarifnya utk pejabat beda, lbh tinggi bs 2x 
lipat. Kl short time bisa Rp 3-5 jt, kl 1 malam, dikali dua.” Kata Mr X,
 “Tempat bertemunya di hotel2 mewah, hotel bintang 4 keatas” Mr X

“Mereka berani mengiming-imingi dgn tawaran sampai puluhan juta untuk 
ikut (jd simpanan) ke daerah” Miss Y, “Ada beberapa (pejabat) yang 
cerita, mereka suka disediakan wanita oleh pengusaha” Miss Y

“Tipenya macam2. Ada model, seleb, pramugari, pekerja seks, mahasiswi, 
dari semua kalangan ada” Mr X, “Yang plg sering dipesan pejabat itu 
model majalah dan selebritis” Mr X

“Kita kadang disuruh mengaku
 jadi mahasiswi atau SPG krn pejabat itu suka tidak tahu” Miss Y, “Mrk 
pilih mahasiswi, model & SPG, krn dipikir jarang dipakai. Beda dgn 
pekerja seks, kan sering dipakai, mrk tdk mau” Miss Y

“Pejabat 
perempuan yg suka pesan relatif lbh sedikit dibanding pejabat laki-laki”
 Mr X, “Mnrt saya 'M' ini lagi apes, krn banyak yg kayak gitu tp nggak 
pernah apes seperti dia.” Mr X, “Bagusnya si 'M' ini dilepas KPK krn 
dianggap tdk terlibat, tp saat keluar dari KPK mukanya tdk ditutupi” Mr 
X, “Banyak yg tdk ketahuan sebenarnya. Knp sy bilang lagi apes, krn 
kbetulan mungkin KPK sdh intainya ckp lama” Mr X

“Entah suap 
atau suka sama suka, yg jelas mereka di-calling oleh agen utk melayani 
seks si pejabat ini” Mr X, “Tdk fair kl kita dijerat aturan gratifikasi,
 krna gratifikasi & seks adl 2 hal berbeda. Kita cari duit” Mr X, 
“Pemerintah jgn mengatur gratifikasi seks krn sulit dibuktikan, 
permainannya sangat rapi” Mr X, “Sebaiknya pemerintah atur regulasi 
industri seks krn lebih mudah ditelusuri” Mr X

Utk bhs apa saja
 motif SUAP SYAHWAT ke pejabat, sy undang 2 anggota DPR, Gede Pasek 
Suardika dan @Poempida Hidayatullah, “Ada gubernur daerah yg beri 
entertainment seksual kpd anggota2 DPRDnya spy dpt suara mayoritas” 
@Poempida, “Caranya ia rekam kejadian itu sebagai alat memeras jika 
mereka batal beri suara” @Poempida, “Suguhan entertain itu bukan suap. 
Konteks suap dikaitkan dgn korupsi kan utk perkaya diri sendiri” 
@Poempida

“Gratifikasi dalam UU itu hadiah dalam bentuk macam2,
 bisa saja salah satunya seks ini” Gede Pasek, “Aturan gratifkasi adalah
 30 hari plg lambat pejabat harus lapor KPK. Kalau suap seks, apa bukti 
yg mau diserahkan?” Gede Pasek, “Posisi seks dlm gratifikasi adlh pintu 
masuk untuk gratifikasi2 selanjutnya atau kalau kesulitan melobi” Gede 
Pasek

“Istilah servis seks bagi para pejabat itu sudah sejak 
zaman orba, sampai sekarang masih” Mahfud MD, “Gratifikasi itu 
dibolehkan hukum asal dilaporkan dlm jangka waktu 30 hari” Mahfud MD

“Perdebatannya adl sejauh mana nilai gratifikasi dlm bentuk rupiah, karena di 
UU itu selalu dikonversi ke rupiah” Johan Budi

“Jk seks jd modus utk perlancar penyalahgunaan wewenang mk ke depannya perlu 
ditata ulang” Gede Pasek

“Tidak perlu aturan khusus, penyidik jadikan saja hal itu sbg peluang 
utk bongkar kasus korupsi” @Poempida, “Sulit utk buktikannya krn hal itu
 terjadi dalam ruang tertutup” @Poempida

“Meski suka sama suka 
tp publik anggap itu adalah hal yg menyimpang, mk itu diatur dlm kamar 
pidana”, “Khusus untuk suap seks, kalau bentuknya masih janji masih 
sulit untuk dibuktikan” Gede Pasek

“Aturannya complicated, mungkin awalnya zinah atas dasar suka sama suka, 
terjadi friksi, lalu diskenariokan ” @Poempida

“Tidak perlu ubah UU, mungkin hanya 1 pasal saja dalam UU Tipikor” Gede Pasek

Pada 2009 Masyarakat Transparansi Indonesia teliti seluk beluk 
gratifikasi seks. Apa sj temuannya? tlh hadir ketua MTI @JamiLMubarok, 
“3 Pola suap seks: diberi di awal sbg pelicin, pertengahan utk perlancar
 nego, di akhir sbg hadiah atau alat tagih”, “Pada dasarnya gratifikasi 
seks itu didahului dg pemberian uang & fasilitas. Perannya hanya 
memperlancar proses”, “Dalam kasus Al Amin, suap seks nampak di 
pertengahan. Proses nego sdh ketemu”, “Pd kasus hakim Dwi Djanuanto, sms
 minta penari telanjang itu bisa jadi alat bukti” @JamiLMubarok

“Saat pejabat pusat berkunjung daerah, biasanya disediakan fasilitas 
hotel, oleh2 & perempuan”, “Konyolnya semua dibiayai APBD, biasanya 
dr dana UPTK”, “Suap pd tahap akhir krusial krn dianggap pemberi sbg 
kartu truf agar bs tagih di kmd hari”, “Sampai pejabat itu pensiun 
barulah urusan tagih-menagih ini selesai”. “Proses tender di kementerian
 sifatnya berulg, pengusaha pakai cara tsb agar dimenangkan. Ancamannya 
bongkar skandal seks” @JamiLMubarok

“Seks sama dg uang, seks itu utk dinikmati. Dg begitu seks tmsk bentuk 
gratifikasi yg disebut dlm UU” 

Mata Najwa: Suap Syahwat ==> 
http://metrotvnews.com/videoprogram/detail/2013/02/06/16114/308/Suap-Syahwat/Mata%20Najwa

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke