ASAHAN:
"MANA DADAMU, INI DADAKU"
(Terzina hati lawan besi)
Telah mereka muntahkan semua caci maki serta umpatan
Semua keinginan dan tuntutan: keadilan dan kemanusiaan
Telah mereka sebarkan petisi, pernyataan dan perlawanan
Beribu lembaran kertas bertaburan berkumandang di udara
Berisi ketidak sabaran, marah dan seruan bertolak dari satu ajaran
"Mana dadamu, ini dadaku" beralamat pada musuh yang satu
Orang-orang telah lama melihat
Di wajah musuh tak terlihat bulan
Seperti yang tampak oleh Sam Saimun
Di dada musuh tak tampak bintang
Tapi bayonet, senapang mesin dan tank
Seperti yang terjadi di tahun enam lima
Apakah tiga juta nyawa jadi tak berarti
Karna demokrasi yang kini ditawarkan
Lupa berarti menuju kejayaan dan kemajuan
Lalu akan dikemanakan
Mereka yang hidup di pinggir kali
Makan minum berak dari satu kanal yang sama
Mereka yang rumahnya konstan digusur
Setiap Penguasa ingin membuat jalan raya
Tanpa ganti rugi tanpa recehan yang paling tak berharga
Mereka yang menyewa tanah
Dan menyiraminya dengan keringat setiap hari
Lalu harus membeli hasil kerjanya sendiri
Dan ketika melihat ke dada sendiri
Isinya cuma segumpal hati
Sedang di dada mereka: ledakan gunung berapi
ASAHAN.
http://www.synergyprofit.com