Ref: Partai Demokrat jadi fans club SBY, bukan kekecualian. Lain partai politik 
pun sama halnya.  Anggota krocok puja puji ketua partai dan 
petinggi-petingginya. Anggota partai dan simpatisan bersorak-sorak  puji-pujaan 
terhadap ketua partai, tetapi yang menperoleh rejeki nomplok ialah ketua partai 
dan petinggi partai. 

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/02/09/1/129842/Hendardi-Partai-Demokrat-cuma-Jadi-SBY-Fans-Club

Hendardi: Partai Demokrat cuma Jadi SBY Fans Club
Sabtu, 09 February 2013 | 21:19 WIB
 
ANTARA/Yudhi Mahatma/wt
TERKAIT
  a.. Anas bakal Terus Tebarkan Virus Optimisme 
  b.. Akbar Tandjung Kritik Penyelamatan Partai ala SBY 
  c.. Anas Minta Jangan Dibenturkan dengan SBY 
  d.. JK Nilai Sikap SBY Ambil Alih Kendali Partai Tepat 
  e.. Pengamat: Anas Jangan Bicara terlalu Lantang
Metrotvnews.com, Jakarta: Langkah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang 
juga Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengambil alih 
seluruh kewenangan di partai dianggap menunjukan Partai Demokrat bukanlah 
partai yang kuat karena hanya menjadi SBY fans club.

"Pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat oleh SBY menggambarkan secara 
nyata Partai Demokrat sesungguhnya bukanlah partai modern dengan organisasi 
yang kuat. Partai Demokrat tidak lebih kumpulan SBY Fans Club yang mendewakan 
SBY sebagai Ketua Dewan Pembina," kata Ketua Setara Institute Hendardi dalam 
rilisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (9/2).

Ia menilai, struktur di Partai Demokrat tak ubahnya saat Golkar dikuasai oleh 
mantan Presiden Soeharto. Ketua umum partai hanya menjadi boneka.

Dengan pengambilalihan itu, Hendardi menyebut SBY merusak tata kelola partai di 
Indonesia yang sudah mengarah ke modernisme. "Tindakan SBY yang mengambil alih 
kepemimpinan Partai Demokrat tanpa menunggu keputusan Komisi Pemberantasan 
Korupsi (KPK) soal status Anas Urbaningrum menjadi preseden buruk tata kelola 
partai di Indonesia. Kecenderungan elite partai untuk terus mengokohkan 
otoritas mereka terjadi juga di partai lain," ingat Hendardi.

Tak hanya itu, Hendardi juga mengritisi kesibukan SBY yang menjabat Presiden RI 
dan pimpinan partai. Langkah itu dianggap memberikan contoh yang buruk bagi 
bawahannya, anggota kabinet, yang juga banyak berasal dari partai.

"Rela mengorbankan kepentingan negara. Perlu diingat SBY adalah Presiden dan 
tidak tepat kalau harus memimpin penataan partai. Bagaimana para menteri bisa 
dituntut untuk fokus kerja, sementara Presiden juga sibuk urus partai sendiri," 
tegas Hendardi.

Seperti diketahui, SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat akhirnya 
mengambil alih kepemimpinan di partainya. Ketua Umum Anas Urbaningrum diminta 
fokus di urusan dugaan korupsi di KPK. Pengambilalihan itu dianggap sebagai 
penyelamatan partai. (Fidel Ali/Hnr)

++++

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/02/09/1/129833/Akbar-Tandjung-Kritik-Penyelamatan-Partai-ala-SBY

Akbar Tandjung Kritik Penyelamatan Partai ala SBY
Sabtu, 09 February 2013 | 19:17 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung 
menilai langkah-langkah penyelamatan Partai Demokrat yang dilakukan Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) jusru mengancam soliditas partai mulai dari akar rumput 
paling bawah hingga elite partai.

Pernyataan itu tiba-tiba dilontarkan oleh Akbar Tandjung saat membuka rapat 
konsolidasi pemenangan Partai Golkar wilayah Indonesia timur di DPP Partai 
Golkar di Jakarta, Sabtu (9/2). 

Selain mengancam soliditas partai, Akbar menilai langkah SBY tersebut belum 
tentu membuahkan hasil berupa naiknya angka elektabilitas seperti yang 
diinginkan oleh kader Partai Demokrat. 

Menurut Akbar, langkah-langkah penyelamatan partai tersebut jusru akan 
berdampak pada semakin menurunnya citra Partai Demokrat, khususnya citra SBY di 
mata publik. Sebab, lanjut Akbar, langkah SBY selaku Ketua Majelis Tinggi dan 
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar yang mengambil alih kendali partai dari 
tangan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tidak memberikan solusi atau 
pandangan yang bersifat kenegarawanan.

Salah satu langkah SBY yang dinilai keliru, sambung Akbar, adalah 
mencampuradukkan proses hukum dengan proses politik yang mendera Anas. Menurut 
Akbar, tindakan itu terlalu jauh meski SBY memiliki kewenangan tersebut.

Oleh karena itu, Akbar memprediksi langkah penyelamatan partai ala SBY itu 
tidak akan membuahkan hasil berupa naiknya angka elektabilitas Partai Demokrat.

Sebelumnya, SBY mengambil alih kendali partai dari tangan Ketua Umum Partai 
Demokrat Anas Urbaningrum. Selanjutnya, Anas diminta fokus pada kasus dugaan 
hukum yang membelitnya. (Hilman Mattauch/Hnr)

+++++

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/02/09/1/129798/JK-Nilai-Sikap-SBY-Ambil-Alih-Kendali-Partai-Tepat

JK Nilai Sikap SBY Ambil Alih Kendali Partai Tepat
Sabtu, 09 February 2013 | 16:05 WIB
Metrotvnews.com, Depok: Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menilai 
sikap Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
mengambil alih pimpinan kepengurusan partai sudah tepat.

"Bagus itu, sikap tegas ini sudah tepat," kata Jusuf Kalla usai menerima gelar 
doktor honoris causa bidang kepemimpinan di Gedung Rektorat Universitas 
Indonesia Depok, Sabtu (9/2). Jusuf Kalla enggan memberikan komentarnya lebih 
jauh tentang konflik internal di tubuh partai berlambang mercy ini.

"Itu masalah internal partai," ujar mantan Wakil Presiden itu. Ia juga tidak 
mau berkomentar tentang kesiapan dirinya dalam pencalonan sebagai calon 
presiden pada pilpres 2014. "Kalau itu lihat saja nanti," tegasnya.

Mengenai banyak kader partai yang berpindah ke partai lain, Jusuf Kalla 
mengatakan itu merupakan hal yang biasa, karena ideologi parpol saat ini hampir 
sama.

"Saat ini tidak ada ideologi yang ekstrem seperti dulu," katanya. Ia 
berpendapat bahwa jika ada yang pindah-pindah, karena orang itu ingin cari 
kesempatan mengabdi yang lebih baik sehingga berpindah. Ia berharap ketika 
seseorang sudah duduk dalam eksekutif ia harus mengabdi pada rakyat. (Ant/Dor)





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke