http://www.gatra.com/nusantara/nasional/24379-anissa-pohan-lulus-cum-laude-dengan-ipk-3,98.html

Anissa Pohan Lulus Cum Laude dengan IPK 3,98 
  Minggu, 10 Februari 2013 16:41 
Jakarta, GATRAnews - Annisa Larasati Pohan, 31 tahun, menantu Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono, diwisuda di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Sabtu 
(9/2). Putri mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan itu 
menyelesaikan Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi, dalam waktu 1,5 
tahun dan lulus dengan predikat cum laude, dengan IPK 3,98.



Kepada wartawan, presenter televisi dan model itu mengaku bangga dan bersyukur 
kalau kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil. 

"Suami mendukung. Dia mendukung dalam bentuk pengertian dia bahwa istrinya 
sangat sibuk," ucap Annisa, sebagaimana dikutip Liputan6 SCTV, di Balairung UI, 
Depok, Jawa Barat.

Menurut situs resmi Ibu Negara, yang dikutip Antara, acara wisuda itu dihadiri 
mertuanya, Ani Yudhoyono, dan suaminya, Agus Harimurti Yudhoyono, beserta anak 
tunggalnya, Almira Tunggadewi Yudhoyono.

Pada kesempatan sama, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima gelar doktor 
honoris causa bidang kepemimpinan dari universitas yang sama.

Seusai menerima gelar itu, Jusuf Kalla mengatakan, penanganugerahan doktor 
honoris causa bidang kepemimpinan akan memacu dirinya berbuat lebih baik lagi 
pada masyarakat.

"Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, gelar ini tentunya memotivasi 
keras lagi pada saya untuk berbuat lebih baik pada negara," kata Ketua Umum 
Palang Merah Indonesia itu.

Ia mengatakan, ketika seorang menjadi pemimpin maka harus bersikap cepat dan 
tegas. Menurut mantan Wapres pendamping Presiden Yudhoyono itu, kalau bisa 
tegas menghadapi (konflik) maka aman negeri ini.

Dikatakannya, konflik komunal yang terjadi saat ini karena lambatnya penanganan 
dan tidak adanya ketegasan, sehingga yang bersalah tidak ditindak tegas.

Ia juga menilai, kepemimpinan bukan hanya presiden tetapi level-level 
pemerintahan daerah yang bertanggungjawab menangani konflik-konflik yang 
terjadi seperti gubernur, bupati maupun wali kota.

"Kalau semua pemimpin bertanggungjawab maka negara berjalan lancar, masyarakat 
pun mudah diatur," ujarnya Kalla menampik tudingan yang menyatakan masyarakat 
Indonesia sulit diatur. (TMA)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke