Ref: Apakah pemakaian mobi dinas untuk keperluan partai termasuk korupsi? 

http://www.gatra.com/politik/24372-enam-mobil-dinas-untuk-acara-partai-demokrat.html

Enam Mobil Dinas Digunakan untuk Acara Partai Demokrat 

  Minggu, 10 Februari 2013 06:29 

 
Salah satu mobil dinas yang digunakan Petinggi Partai Demokrat (GATRAnews/Adi 
Wijaya)
Jakarta, GATRAnews - Tak kurang dari enam mobil dinas diduga digunakan sejumlah 
petinggi Partai Demokrat, untuk menghadiri dua kali pertemuan di kediaman Ketua 
Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Puri 
Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis dan Jumat malam, (7-8/2). 
Keenam mobil dinas tampak masuk Puri Cikeas untuk membicarakan urusan Partai 
Demokrat itu, berdasarkan pengamatan GATRAnews, masing-masing Toyota Camry 
hitam B 1254 RFS dan Toyota Camry hitam B 1126 RFY pada Kamis malam. Sedangkan 
pada Jumat malam, muncul mobil berpelat nomor B 1254 RFS, B 1499 RFS, B 1227 
RFT, B 1198 RFS, B 1126 RFY, dan B 1705 RFS.

Berdasarkan laman www.bulevarhijau.com, kendaraan dinas dan operasional 
pemerintah eselon tinggi, seperti menteri dan jajarannya, saat tidak menghadiri 
acara kenegaraan atau berdinas, maka tiga huruf seri akhir pelat akan 
menggunakan format RF dan huruf pembeda sesuai kategori jabatan. Jika digunakan 
untuk mengikuti acara kenegaraan atau berdinas, maka pelat akan diubah menjadi 
RI-XX. Contoh: B 1234 RFS, mobil tersebut adalah mobil dinas atau operasional 
kementerian eselon tinggi.

Pertemuan pada Kamis malam itu, merupakan pertemuan acara Partai Demokrat, 
bukan kapasitas pertemuan pemerintahan antara empat menteri Kabinet Indonesia 
Bersatu Jilid II, yakni Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Syarief; 
Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Roy Suryo; Menteri Hukum dan Hak Asasi 
Manusia (Menkum HAM); Amir Syamsuddin, dan Menteri Energi dan Sumber Daya 
Mineral (ESDM), Jero Wacik dengan Presiden SBY.

Namun pertemuan itu merupakan pertemuan antara Ketua Dewan Pembina dan Ketua 
Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY dengan empat petinggi partainya. Hal itu 
dibenarkan oleh Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarif Hasan usai 
bertemu dengan SBY pada Kamis malam tersebut.

"Jadi, malam ini (Kamis, Red.), para menteri dari Partai Demokrat dipanggil 
oleh ketua dewan pembina, ketua majelis tinggi, untuk melaporkan tentang 
situasi Partai Demokrat selama beliau melaksanakan tugas negara, sekaligus 
umroh," kata Syarief.

Syarif bersama Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Roy Suryo; Menteri Hukum 
dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM); Amir Syamsuddin, Menteri Energi dan Sumber 
Daya Mineral (ESDM), dan Jero Wacik keluar dari kediaman SBY sekitar pukul 
22.30 WIB.

Sedangkan pada Jumat malamnya, seperti diberitakan sebelumnya, pertemuan di 
Puri Cikeas juga merupakan pertemuan Partai Demokrat, bukan pertemuan antara 
SBY dengan menterinya.

Menyikapi hal tersebut, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mengecam keras 
penggunaan kendaraan dinas yang dipakai untuk mengangkut menteri ke pertemuan 
yang membahas urusan Partai Demokrat di Puri Cikeas tersebut. (IS)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke