http://www.manadonews.com/berita/ekonomi-bisnis/giliran-pengusaha-ancam-buruh-.html

Giliran pengusaha ancam buruh 
Ekonomi Bisnis | Rabu, 07 November 2012 | 10:40     234 kali     0 
Oleh : MN3, manadonews.com
demo buruh. 

Ternyata ancaman perusahaan untuk hengkang dari Indonesia tidak hanya gertak 
sambal. Demo buruh yang terus menerus terjadi sudah di luar kemampuan 
perusahaan untuk tetap menjaga momentum produksi di Indonesia.
Demo buruh di Jakarta telah terjadi lebih dari tiga kali tahun ini. Demo buruh 
tersebut menuntut kenaikan upah minimum dan menolak jasa alih daya 
(outsourcing). Akhir Oktober lalu, Apindo telah mengantongi 10 perusahaan yang 
berencana hengkang ke Bangladesh karena banyaknya waktu yang terbuang akibat 
mogok kerja para buruh,

Kemarin, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hariyadi 
Sukamdani mengatakan ke-10 perusahaan tersebut telah memutuskan untuk berhenti 
produksi. Kesepuluh perusahaan itu di antaranya adalah perusahaan pembuat 
sepatu terkenal di Tangerang, Panarub dan Samsung.

"Baru hari ini mereka akan confirm untuk stop produksi. Kemarin baru minta izin 
saja," ujar Hariyadi.Hariyadi menjelaskan, alasan perusahaan-perusahaan 
tersebut untuk menghentikan produksinya adalah manuver buruh yang telah di 
ambang batas. "Mereka sudah tidak tahan lagi," ujar Hariyadi.

Selain itu, perusahaan juga menilai upah buruh di Indonesia semakin 
memberatkan. Rencana pemerintah untuk menaikkan upah minimum provinsi (UMP) 
dianggap semakin memberatkan perusahaan. "Bayangkan saja, perusahaan harus 
menyediakan 34 persen dari total belanja perusahaan hanya untuk jaminan sosial 
karyawan dan uang pensiun," kata dia.

Di sisi lain, pemerintah juga dianggap angkat tangan dan meninggalkan persoalan 
buruh langsung kepada pengusaha. "Pemeritah sekarang dianggap populis. Mau 
nggak mau pemerintah harus turut campur akan nasib perusahaan dan buruh," kata 
dia.Secara terpisah, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku khawatir akan 
demo-demo buruh yang berlangsung. Dia berjanji akan menemukan jalan tengah 
antara perusahaan dengan buruh.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri melihat persoalan 
buruh ini sedikit banyak akan mempengaruhi investasi ke depannya. ""Komplain 
paling besar itu sweeping dan jaminan keamanan. Mereka bilang kalau aksinya 
anarkis ini bisa menimbulkan persoalan," ujar Chatib Selasa (6/11).


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke