http://www.antaranews.com/berita/359774/sby-gelar-rapat-terbatas-keamanan-papua

SBY gelar rapat terbatas keamanan Papua
Jumat, 22 Februari 2013 15:35 WIB | 993 Views

 
Sejumlah prajurit TNI AD meneriakkan yel-yel kesatuannya pada upacara 
pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-PNG Markas Besar 
TNI, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/7). Tugas 
serupa kini diemban Batalion Infantri 753, di tengah serangan kelompok 
bersenjata di tiga titik terpisah dalam dua hari terakhir ini. (FOTO ANTARA/R 
Rekotomo) 

  ... Sejak kemarin, terjadi tiga penyerangan bersenjata terhadap personel dan 
instalasi/arsenal TNI... " 
Berita Terkait
  a.. Evakuasi korban penembakan di Sinak ditunda
  b.. Keterlibatan kelompok Goliath Tabuni dipastikan
  c.. Korban penembakan di Mulia dievakuasi ke Jayapura
  d.. Tiga awak heli TNI luka-luka
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Yudhoyono, Jumat sore, menggelar rapat 
terbatas untuk mengambil tindakan cepat dan tepat terkait peristiwa kematian 
delapan prajurit TNI AD di Papua, Kamis (21/2). Kelompok bersenjata di sana 
semakin nekad, mereka menyerang dua kali, termasuk atas pos pengamanan 
perbatasan TNI di sana, kemarin. 

Hari ini, helikopter NAS-332 Super Puma TNI AU yang ditugaskan mengevakuasi 
tujuh jenasah korban penembakan di Distrik (kecamatan) Sinak, Kabupaten Puncak 
Jaya, juga ditembaki walau pilot dan kopilot tidak cidera. 

Sejak kemarin, terjadi tiga penyerangan bersenjata terhadap personel dan 
instalasi/arsenal TNI, yaitu pos pengamanan perbatasan, rombongan personel TNI 
AD yang sedang melaju di jalan, dan sekali pada pesawat helikopter TNI AU.  

"Saya ingin mendengarkan laporan tentang perkembangan, apa yang telah dilakukan 
kita, baik pusat dan daerah serta dampak yang akan ditimbulkan," kata Yudhoyono 
di Kantor Presiden, Jumat.

Sekalipun telah mendengarkan laporan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, 
Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, dan Panglima TNI, Laksamana TNI Agus 
Suhartono, pada Kamis malam (21/2) terkait peristiwa itu, Yudhoyono mengaku 
ingin mengetahui secara persis apa yang telah terjadi.

Sebelumnya, Suyanto menyebutkan, penyerangan dan penghadangan oleh kelompok 
bersenjata di Distrik (kecamatan) Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya dan 
Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua menyebabkan delapan anggota TNI AD 
setempat gugur. 

Pertama, penyerangan pada pukul 09.30 WIT terhadap Pos Satuan Tugas Pengamanan 
Perbatasan Indonesia-PNG Markas Besar TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten 
Puncak Jaya oleh kelompok bersenjata. Satu anggota Batalion Infantri 753 yang 
bertugas di sana, Prajurit Satu Wahyu Prabowo, tewas di tempat setelah 
tertembak dada dan lehernya 

Penyerangan kedua, sekitar pukul 10.30 WIT, di Kampung Tanggulinik, Distrik 
Sinak, Kabupaten Puncak terhadap 10 anggota Komando Rayon Militer Sinak, Kodim 
1714/Puncak Jaya. 

Mereka sedang menuju Bandara Sinak untuk mengambil logistik dan radio kiriman 
dari Nabire. Tujuh personel komando kewilayahan TNI AD setempat itu tewas di 
tempat, yaitu Sersan Satu Ramadhan, Sersan Satu M Udin, Sersan Satu Frans, 
Sersan Satu Edi, Prajurit Kepala Jojon, Prajurit Kepala Wemprik dan Prajurit 
Satu Mustofa.

Secara keseluruhan, delapan personel TNI AD tewas karena dua penyerangan 
bersenjata itu. 


Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, mengatakan, 
hingga saat ini jenazah tujuh anggota TNI AD yang gugur di Sinak masih belum 
dapat dievakuasi.

"Helikopter Super Puma milik TNI AU yang diperbantukan untuk proses evakuasi 
ditembaki orang tak dikenal sekitar pukul 08.00 WIT. Kaca heli tembus, jari 
tangan kiri perwira teknik terluka. Pilot dan kopilot tak terkena tembakan," 
katanya.

Penembakan oleh orang tak dikenal ini mengakibatkan Letnan Satu Teknik Amang 
tertembak pada tangan sebelah kiri antara jari manis dan jari kelingking. 
Dengan begitu, evakuasi tujuh jenasah personel Komando Rayon Militer/Kodim 
1714/Puncak Jaya itu belum bisa dilaksanakan. 

(G003/S037/S023)
Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke