Ref:  Mujur sekali pekerja di Jakrata bisa punya rumah sakit sendiri bila 
dibandingkan dengan para pekerja daerah luar seperti di Medan, Banjermasin, 
Kupang atau Timika etc?  Apakah mereka yang disebut ini tidak akan berpendapat 
bahwa dianaktirikan dari fasilitas istimewa?


http://www.suarapembaruan.com/nasional/menteri-bumn-resmikan-pembangunan-rs-pekerja/31313

Menteri BUMN Resmikan Pembangunan RS Pekerja
Sabtu, 23 Februari 2013 | 7:14

 Dahlan Iskan [antara] [JAKARTA] Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 
Dahlan Isakan, meresmikan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit untuk 
pekerja di wilayah PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cilincing, Jakarta 
Utara, Jumat (22/2). 

Peresmian pembangunan ini ditandai dengan pemencetan tombol pemancangan 
bangunan oleh Dahlan bersama beberapa pekerja bangunan di lokasi tersebut. 

Pembangunan ini merupakan sinergi antar Badan BUMN khususnya PT KBN, Jamsostek, 
Askes, PT Binakarya, PT Nindya Karya, dan PT Indrakarya. 

Direktur Utama PT KBN, Sattar Taba, dalam siaran persnya, yang diterima SP, 
Jumat (22/2), mengatakan, pembangunan rumah sakit pekerja ini bertujuan 
meningkatkan pelayanan kesehatan pekerja yang berada di wilayah KBN. 

Pembangunan rumah sakit ini juga, kata dia, untuk menanggapi usulan Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 27 April 2012 di Batam, yang berkeinginan 
mempunyai rumah sakit bagi pekerja. 

Dahlan dalam sambutannya mengatakan, ide membangun rumah sakit ini datang 
langsung dari Presiden SBY. 

“Beliau (SBY) bilang begini, tentara saja punya rumah sakit kenapa kita 
(pekerja-red) tidak punya rumah sakit,” kata Dahlan menirukan apa yang 
disampaikan Presiden SBY. 

Menurut Sattar, fasilitas serta luas rumah sakit yang akan mulai dibangun pada 
hari ini, spesifikasi teknis rumah sakit ini setara dengan kelas  C+ yang 
berfungsi sebagai penyelenggara pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, dan 
pelayanan penunjang non medis.  

Adapun rinciannya lokasi lahan luasnya 3.652 meter persegi dengan luas lahan 
yang dibangun 1.278 meter persegi. Luas lahan terbukanya 2.374 meter persegi 
yang meliputi lahan parkir, jalan dan saluran lansekap rumah. 

Jumlah tempat tidur yg tersedia 184 (kelas 2). Luas bangunan 9.000 meter 
persegi dengan delapan lantai. 

“Target pembangunan ini selama enam bulan, sekitar bulan Agustus akan 
diresmikan,” terang Sattar. 

Sedangkan, konsep perancangannya menggunakan green hospital, dengan penekanan 
kepada penggunaan cahaya alam seoptimal mungkin di segala area. Lahan hijau 
juga akan membantu proses penyembuhan pasien dan penggunaan sistem ventilasi 
yang menjadi salah satu usaha untuk pencegahan nosokomial pada rumah sakit. 
[E-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke