http://www.suarapembaruan.com/home/presiden-pancasila-jangan-disakralkan/31482

Presiden: Pancasila Jangan Disakralkan
Rabu, 27 Februari 2013 | 6:12

 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. [Antara] [JAKARTA] Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY) mengatakan, Pancasila sebagai ideologi negara jangan 
disakralkan dan menjadi dogma yang kaku.

Hal itu dikatakan oleh Presiden saat memberikan sambutan pada peresmian gedung 
Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK) yang 
terletak di Cisarua, Bogor, Selasa (26/2).

"Pancasila tidak boleh kita sakralkan, kita dogmakan, mari kita tetap jaga 
sebagai open ideology (ideologi terbuka)," kata Presiden.

Presiden mengatakan, Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara harus mampu 
tetap relevan seiring dengan perkembangan zaman.

Menurut Presiden, Pancasila merupakan jalan alternatif atas dua ideologi 
ekstrem yang saling berlawanan, Marxisme Komunisme dengan Kapitalisme 
Liberalisme.

Presiden mengatakan bahwa Marxisme Komunisme mengalami koreksi pascaperang 
dingin. Negara-negara Eropa Timur yang menerapkan ideologi ini mengalami 
perubahan fundamental.

Sementara itu, ideologi Kapitalisme Liberalisme juga mengalami koreksi seiring 
dengan krisis ekonomi dunia yang masih mendera saat ini.

"Saya mengatakan kedua ideologi itu telah mengalami koreksi sejarah. Indonesia 
selamat, kita memilih jalan berbeda, tidak masuk dalam kutub-kutub ideologi 
itu," kata Presiden.

Sementara itu, Ketua MK Mahfud Md. mengatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi 
yang terbuka merupakan fitrah bangsa Indonesia yang tidak bisa digantikan 
dengan ideologi lain.

Menurut dia, Pancasila digali dari keluhuran budaya bangsa yang sudah berakar 
dan dipraktikkan sejak lama oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Kendati demikian, Pancasila harus diletakkan dalam kerangka ideologi terbuka 
yang selalu bisa ditafsirkan berdasarkan perkembangan masyarakat di berbagai 
kearifan lokal. [Ant/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke