http://www.pikiran-rakyat.com/node/225244
Ledakan Meteor di Atas Sulawesi Masih Paling Besar Jumat, 01/03/2013 - 09:54 WINA, (PRLM).- Gelombang kejut infrasonik yang disebabkan oleh ledakan meteor yang menghantam Rusia beberapa waktu lalu adalah suara paling keras yang pernah dicatat oleh pengawas pengujian nuklir global. Tujuh belas stasiun pendengar yang dioperasikan di seluruh dunia oleh Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organisation (CTBTO) telah mendeteksi gelombang suara tersebut saat melintasi bumi. Stasiun terjauh yang merekam suara sub-audible ini lebih dari 9.000 mil jauhnya di Antartika. Gelombang frekuensi rendah yang dipancarkan oleh ledakan raksasa, akibat ledakan meteor atau bom atom, tidak terdengar ke telinga manusia, namun bisa direkam oleh jaringan sensor CTBTO saat gelombang itu terpancar ke seluruh benua. "Kami melihat langsung bahwa kejadian tersebut akan sangat besar, dalam urutan yang sama seperti kejadian di atas Sulawesi pada 2009," kata Pierrick Mialle, seorang ilmuwan akustik dari CTBTO. "Pengamatan ini adalah beberapa yang terbesar yang telah terdeteksi stasiun infrasonik CTBTO." Sampai pekan lalu, ledakan meteor di atas Sulawesi, Indonesia, pada Oktober 2009 adalah peristiwa terbesar infrasonik yang didaftarkan oleh 15 stasiun dalam jaringan CTBTO itu. Infrasonik telah digunakan sebagai bagian dari alat CTBTO untuk mendeteksi ledakan bom atom sejak April 2001 ketika stasiun pertama muncul secara online di Jerman. Data dari berbagai stasiun dikirim secara real time ke Wina, Austria, untuk analisis di kantor pusat CTBTO itu. Kedua data mentah dan hasil analisis disediakan untuk semua negara anggota. Infrasonik merupakan salah satu dari empat teknologi (termasuk seismik, hidroakustik, dan radionuklida) yang digunakan CTBTO untuk memantau dunia atas pelanggaran yang melarang semua ledakan nuklir. Pada 12 Februari 2013, jaringan seismik CTBTO telah mendeteksi peristiwa seismik yang tidak biasa di Korea Utara, yang diukur sebesar 4,9. Pada paginya pemerintah Korea Utara mengumumkan bahwa mereka telah melakukan uji coba nuklir. (Aya/A-147)*** [Non-text portions of this message have been removed]
