Ref:  Tidak apa-apa kalau rugi! Pada pokoknya sudah menjadi alat propaganda 
sangat bagus dan kebanggaan kemajuan serta keperkasaan NKRI oleh SBY dan 
konco-konco..

http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/proyek-kfx-sejak-awal-sudah-diragukan/31655


Proyek KFX Sejak Awal Sudah Diragukan
Sabtu, 2 Maret 2013 | 7:24

 Inilah proyek bersama antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) dalam 
pembuatan pesawat tempur canggih "Korean Fighter eXperiment (KFX)" yang 
akhirnya dibatalkan secara sepihak oleh Korsel. 
[indonesian-military.blogspot.com] [JAKARTA] Wakil Ketua Komisi I DPR TB 
Hasanuddin mengatakan, DPR sejak awal telah meragukan proyek bersama antara 
Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) dalam pembuatan pesawat tempur canggih 
"Korean Fighter eXperiment (KFX)" yang akhirnya dibatalkan secara sepihak oleh 
Korsel.

"Proyek pembangunan pesawat tempur KFX antara Indonesia dan Korea Selatan yang 
dibatalkan itu memang sudah diragukan sejak awal. Ada berbagai keraguan yang 
muncul atas proyek itu, khususnya di kalangan pemerhati militer, pakar hubungan 
internasional, dan ahli industri senjata," katanya di Jakarta, Sabtu (2/3).

Keraguan utama, menurut dia, terkait dengan politik luar negeri Indonesia yang 
bebas dan aktif. Pembuatan pesawat tempur super canggih dengan Korea Selatan 
itu dinilai akan memperburuk sikap politik luar negeri Indonesia.

"Kaitannya adalah dengan Korea Utara karena seolah-olah kita berpihak pada 
Korsel. Kalau proyek itu dilanjutkan, seakan ada kesertaan Indonesia untuk 
membuat senjata penghancur Korut (Korea Utara, red)," jelasnya.

Keraguan lainnya, kata dia, berhubungan dengan kemungkinan bahwa 
keberlangsungan proyek KFX itu akan sangat bergantung pada kepentingan Amerika 
Serikat di wilayah Asia Pasifik.

"Karena teknologi KFX itu ujung-ujungnya adalah teknologi dari Amerika Serikat. 
Kenapa kita tidak kerjasama dengan negara yang jauh dari kepentingan kawasan? 
Saat itu pernah disarankan kita kerjasama dengan Turki yang lokasinya jauh dari 
kawasan Asia Pasifik," kata Politisi PDI Perjuangan itu.

Dia berharap akan ada langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk 
mempertahankan keberlanjutan proyek KFX itu guna menghindari kerugian negara 
sebesar Rp1,6 triliun.

"Saya kira pemerintahan selanjutnya pun harus meneruskan proyek ini. Jangan 
sampai negara dibiarkan rugi begitu saja," ujar Hasanuddin.

Sebelumnya, Hasanuddin telah menyatakan bahwa proyek KFX itu belum lama ini 
dihentikan secara sepihak oleh pemerintah Korsel yang mengakibatkan kerugian 
negara sebesar Rp1,6 triliun.

Dia menjelaskan, pemerintah sebenarnya tidak pernah melaporkan proyek KFX itu 
secara jelas kepada DPR.

Dia menambahkan, pemerintah juga tidak pernah mengajukan anggaran untuk proyek 
KFX tersebut secara resmi dan terbuka kepada DPR .

Menurut dia, DPR hanya mendapatkan keterangan mengenai proyek kerjasama KFX itu 
melalui pernyataan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dikutip oleh media 
massa.

"Sedangkan, laporan anggaran yang diterima oleh DPR berbeda. Dalam laporan, 
anggaran itu dibuat untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan, dimana 
Kemenhan mengeluarkan uang dengan total Rp1,6 triliun," jelasnya.

"Selain itu, sudah ada sekitar 30 orang dari PTDI (PT. Dirgantara Indonesia) 
yang ikut mendesain pesawat itu di Korea Selatan," lanjutnya.

Oleh karena itu, kata dia, dalam waktu dekat, Komisi I DPR akan segera 
memanggil Panglima TNI dan Menteri Pertahanan untuk menjelaskan secara detail 
persoalan proyek KFX tersebut. [Ant/L-8]

+++++

http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/korsel-hentikan-proyek-kfx-indonesia-rugi-rp-16-triliun/31650



DPR Tak Tahu Ada Proyek Pesawat Tempur

Korsel Hentikan Proyek KFX, Indonesia Rugi Rp 1,6 Triliun
Sabtu, 2 Maret 2013 | 6:55

 TB Hasanuddin. [Dok.SP] [JAKARTA] Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB. Hasanuddin 
mengatakan, proyek bersama Indonesia - Korea Selatan  (Korsel) dalam pembuatan 
pesawat tempur canggih 'Korean Fighter eXperiment' (KFX), dibatalkan secara 
sepihak oleh Korsel mengakibatkan RI mengalami kerugian Rp1,6 triliun.

"Kami (Komisi I DPR RI) sudah mendapatkan informasi dalam beberapa hari 
belakangan ini bahwa pemerintah Korea Selatan sudah membatalkan secara sepihak 
perjanjian pembuatan pesawat tempur KFX. Akibatnya, negara diduga mengalami 
kerugian Rp1,6 triliun," kata TB Hasanuddin ketika ditemui di Kantor DPP PDI 
Perjuangan di Jakarta, Jumat (1/3).

Dia mengatakan, kerugian itu karena pemerintah telah menginvestasikan dana 
sebesar Rp1,6 triliun itu selama proyek antara Indonesia dan Korsel tersebut 
berlangsung.

"Namun, kini proyek Indonesia-Korea Selatan, Korean Fighter eXperiment, yang 
dibangga-banggakan itu ternyata sudah dihentikan secara sepihak oleh pemerintah 
Korsel," ujarnya.

Selanjutnya, Hasanuddin menjelaskan, pemerintah sebenarnya tidak pernah 
melaporkan proyek KFX itu secara jelas kepada DPR. Pemerintah juga tidak pernah 
mengajukan anggaran untuk proyek KFX tersebut secara resmi dan terbuka kepada 
DPR.

Menurut dia, DPR hanya mendapatkan keterangan mengenai proyek kerja sama KFX 
itu melalui pernyataan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dikutip oleh 
media massa.

"Sedangkan, laporan anggaran yang diterima oleh DPR berbeda. Dalam laporan, 
anggaran itu dibuat untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan, di mana 
Kemenhan mengeluarkan uang dengan total Rp1,6 triliun," jelasnya.

"Selain itu, sudah ada sekitar 30 orang dari PTDI (PT. Dirgantara Indonesia) 
yang ikut mendesain pesawat itu di Korea Selatan," ujar Politisi PDI Perjuangan 
itu.

Oleh karena itu, kata dia, dalam waktu dekat, Komisi I DPR akan segera 
memanggil Panglima TNI dan Menteri Pertahanan untuk menjelaskan secara detail 
persoalan proyek KFX tersebut.

"Kerugian ini tanggung jawab Menteri Pertahanan. DPR tidak bertanggung jawab 
atas hal ini karena kami tidak pernah menerima laporan yang jelas tentang 
proyek ini," katanya.

Dia juga menyebutkan pembatalan proyek KFX oleh pihak Korea Selatan itu diduga 
karena masa pemerintahan Presiden SBY yang akan berakhir pada 2014.

Kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun pesawat super 
canggih KFX sudah berlangsung sejak 2001. Proyek itu dibiayai bersama oleh 
Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam proyek itu, pemerintah Indonesia diwajibkan menyetor sekitar 20 persen 
dari total dana Rp80 triliun yang dibutuhkan. [Ant/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke