Ref: Please, pliss, bitte-bitte, monggo-monggo berebutlah kursi empuk pemberi 
berkat.

http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/selain-memalukan-perebutan-jabatan-di-komnas-ham-langgar-etika/31641

Selain Memalukan, Perebutan Jabatan di Komnas HAM Langgar Etika
Jumat, 1 Maret 2013 | 19:30

 Komnas HAM. [Google] 

JAKARTA] Perubahan masa jabatan pimpinan Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi 
Manusia (HAM) dari 2,5 tahun, menjadi 1 tahun menunjukkan adanya perebutan 
jabatan di lembaga tersebut. 

Perebutan itu diduga bertujuan untuk mendapatkan fasilitas, jabatan, dan 
wewenang di lembaga penegak HAM tersebut. Hal ini sangat memalukan. 

Pegiat HAM, M M Billah menilai, kisruh yang terjadi menunjukkan adanya 
pelanggaran etika. 

"Saya katakan ini sudah melanggar etika, karena mereka ini ada di sana untuk 
berjuang. Bukan hanya rebutan fasilitas dan kewenangan. Bagaimana akan mengawal 
penegakkan HAM, bila mereka terjebak dalam perebutan yang menimbulkan konflik 
internal," kata Billah dalam diskusi publik "Masa Depan Penegakkan HAM dan 
Problematika Komnas HAM Menjelang Pemilu 2014" di Hotel Aryaduta, Jakarta, 
Jumat (1/3) siang.

Ia menjelaskan, seharusnya mereka yang menjadi komisioner Komnas HAM sadar 
bahwa begitu berat tugas yang diemban. Karena itu harus solid demi 
terselesaikannya permasalahan HAM di tanah air. 

Sementara pegiat HAM dan praktisi hukum Todung Mulya Lubis yang juga tampil 
sebagai pembicara dalam seminar itu khawatir Komnas HAM ditunggangi kepentingan 
politik yang sangat besar. Tujuannya untuk mengubur kejahatan HAM di masa lalu 
yang dilakukan kekuatan tertentu. 

"Jadi kekuatan itu, berupaya memperjuangkan kepentingan mereka melalui jalur 
konstitusional, dengan menempatkan orang mereka di lembaga strategis seperti 
Komnas HAM. Akibatnya Komnas HAM di era Reformasi ini sama seperti pada saat 
Orba," kata Todung. [R-14]

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke