Sangat Ironis sekali jika ternyata di kota Batam, yang notabene berhadapan langsung dengan kota Singapura, kegiatan Premanisme semacam ini masih berlanjut.
Sudah saatnya Premanisme dalam bentuk kegiatan Ormas Kepemudaan dihapuskan. Apalagi draft revisi Undang Undang keormasan yg tengah digodok di DPR RI akan memungkinkan suatu Ormas bisa dibubarkan jika terbukti meresahkan masyarakat. Bagaimana tanggapan Pemda Batam, Gubernur Riau dan anggota Dewan terkait sehubungan dengan maraknya kegiatan Ormas Kepemudaan yang terkesan 'main palak' seperti laporan yang masuk ke meja Tim Moderator Milis Inti-Net ini ? ----- Forwarded Message ----- From: To: Sent: Sunday, March 3, 2013 2:36 PM Subject: GERAKAN PEMUDA BATAM membahas soal pemungutan sumbangan oleh GERAKAN PEMUDA BATAM..karena tadi sempat kaget ada sebuah mobil silver model Avanza atau Xenia berhenti didepan toko.seorang pria berbadan tegap,memakai topi tiba tiba masuk ke tempat usaha saya diwilayah Batam Center mengatakan ada kiriman paket dan lgsg menyodorkan KOP SURAT yg berisi meminta sumbangan dengan sedikit memaksa.dengan alasan karena berhubung ada pelantikan 5 tahun sekali. apakah setiap warga wajib memberikan sumbangan untuk keamanan membuka usaha???karena tadi pria itu sempat mengatakan sumbangan ini juga untuk keamanan utk usaha karena masih wilayah GERAKAN PEMUDA BATAM. saya melihat PREMANISME masih menjamur dikota BATAM. [Non-text portions of this message have been removed]
