http://www.tempo.co/read/news/2013/03/07/064465559/p-Ada-Tiga-Faktor-Kejahatan-Marak-di-Jakarta-Timur

Kamis, 07 Maret 2013 | 07:42 WIB
Ada Tiga Faktor Kejahatan Marak di Jakarta Timur

TEMPO.CO, Jakarta - Beragam kasus kejahatan terjadi dalam sebulan belakangan di 
Jakarta Timur. Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto menyebut, 
fenomena ini terjadi karena tiga faktor.

Pertama, menurutnya, itu karena Jaktim merupakan daerah penyangga kaum urban 
yang datang ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. "Paling memungkinkan tinggal di 
Jaktim," ujar dia, Rabu 6 Maret 2013.

Di timur Jakarta, peluang perluasan wilayah masih terbuka. "Biaya perluasan 
masih murah. Jadi bisa menampung kaum urban yang masih sekolah, mencari kerja, 
atau pelaku kejahatan sekalipun."

Rikwanto menyebut, masih banyak warga yang sekadar menampung penghuni kontrakan 
atau kos tanpa benar-benar mengetahui latar belakang penghuni. "Padahal bisa 
jadi penyewa kamar satu orang tapi yang tinggal di sana lima orang pelaku 
kejahatan yang sementara lakukan analisis sasaran."

Faktor kedua, karena pertumbuhan ekonomi di Jaktim, menurutnya tinggi. Ini 
menjadi magnet sendiri buat pendatang. "Secara ekonomis lebih besar dari 
wilayah di tengah (Jakarta), karena pertambahan penduduk di sana." 

Dua faktor itu saling berhubungan. Banyak pabrik maupun usaha kecil menengah di 
Jaktim berdampak pada bertambahnya kebutuhan pemukiman.

Faktor ketiga, dari Jaktim, pelaku kejahatan mudah melarikan diri ke kota 
sekitar Jakarta. Misalnya, Cikampek dan Bekasi. Rikwanto menyebut, daerah yang 
rawan di Jaktim di antaranya Cakung, Pondok Kkopi, Jatinegara, sampai 
perbatasan menuju Bekasi di Jalan Kalimalang.

Seperti diberitakan sebelumnya, beragam kasus kejahatan terjadi di Jaktim 
belakangan ini. Mulai pencurian hingga merenggut nyawa warga, sampai pencabulan 
anak di bawah umur. Rikwanto mencatat, sejak Januari sampai saat ini ada 18 
kasus pencurian dengan kekerasan di sana. Sedangkan kasus tindak asusila ada 7.

Untuk itu, dia melanjutkan, Polda Metro kini sedang memfokuskan bantuan 
pengamanan di Jaktim. Selain tenaga babinkamtibmas yang diinstrusi menyambangi 
rumah warga, dia juga meminta kerjasama warga. "Perlu ujung tombak pendataan 
masyarakat yang tinggal di daerah masing-masing."

Adapun  langkah untuk mengungkap kasus yang belum terselesaikan, polisi 
menelusuri catatan kriminal pelaku kejahatan sebelumnya. "Kami buka file pelaku 
dari daerah tertentu seperti Lampung, daerah timur Jawa, dan eks keluar tahanan 
yang kemungkinan bergabung."

ATMI PERTIWI

Berita Terkait
  a.. Korban Mutilasi dan Suami Sudah 10 Tahun Bersama 
  b.. Angkot Jadi Titik Terang Tabir Mutilasi 
  c.. Polisi Tes DNA Korban Mutilasi 
  d.. Polisi Rekonstruksi Digital Wajah Korban Mutilasi 
  e.. Ciri-ciri Korban Mutilasi di Tol Cikampek 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke