Ref: Hendaklah maklum bawa pak menteri kekuarangan uang kopi, jadi jangan 
beliau dipersalahkan dan jangan masalahnya dihebohkan. Maaf lahir bathin saja.

http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/nama-menteri-disebut-dalam-kasus-al-quran/31926


Nama Menteri Disebut Dalam Kasus Al Quran
Jumat, 8 Maret 2013 | 5:49

 Kantor Kementerian Agama [antara] 


Berita Terkait

  a.. Terdakwa Sudutkan Fahd El Fouz 
[JAKARTA] Saksi Mohamad Zein mengakui mengumumkan pemenang lelang proyek 
pengadaan labolatorium komputer tahun 2011 di Kementerian Agama (Kemnag) karena 
desakan dan karena ada nama menteri disebut oleh utusan dari Senayan.

Hal itu dikatakan M Zein, ketika bersaksi untuk terdakwa Zulkarnaen Djabbar dan 
Dendy Prasetya.

M Zein mengatakan, semua bermula ketika dia didatangi rombongan sebanyak enam 
orang pada tanggal 16 November 2011 malam hari. Di antaranya, Fahd El Fouz dan 
Syamsurahman.

Ketika itu, M Zein mengungkapkan bahwa Syamsurahman mengaku utusan Senayan dan 
meminta supaya pemenang lelang dalam pengadaan labolatorium komputer Madrasah 
Tsanawiyah segera diumumkan. Padahal, evaluasi terhadap perusahaan yang ikut 
lelang belum siap.

Bahkan, Ketua Unit Lelang Pengadaan (ULP) pengadaan labolatorium komputer ini 
mengaku semakin ditekan untuk segera mengumumkan pemenang lelang ketika Fahd 
seolah berbicara di telepon dan menyebut menteri.

"Fahd seperti menelepon. Yang masih saya ingat, dia seperti mengatakan halo pak 
menteri, saya ada di ruang bapak. Kemudian berbicara yang lain-lain, intinya 
supaya paket pekerjaan itu segera diumumkan," kata M Zein dalam sidang di 
Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (7/3).

Ditambah lagi, lanjut M Zein, Fahd menyerahkan telepon tersebut ke Pejabat 
Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Undang Sumantri. Dan Undang hanya 
mengangguk sambil menerima telepon tersebut.

Oleh karena itu, M Zein mengaku langsung memerintahkan Dadang yang adalah 
anggota ULP untuk menyiapkan pemenang lelang untuk diumumkan keesokan harinya.

"Pemenang lelang, PT Bantu Karya Mas (BKM). Anggarannya, kurang lebih Rp 38 
miliar," ujar M Zein.

Padahal, M Zein mengakui bahwa ada perusahaan lain yang nilai penawarannya 
lebih rendah. Tetapi, akhirnya yang diumumkan sebagai pemenang adalah PT BKM 
karena ditekan oleh rombongan yang mengaku utusan Senayan.

Dalam sidang sebelumnya, saksi Syamsudin, Ahmad Jauhari dan Abdul Karim 
mengakui bahwa Syamsurahman, Fahd El Fouz dan yang lainnya adalah utusan dari 
terdakwa Zulkarnaen Djabbar.

Seperti diketahui, pasangan ayah dan anak, Zulkarnaen Djabbar dan Dendy 
Prasetya didakwa menerima hadiah berupa uang seluruhnya Rp 14.390.000.000 dari 
Abdul Kadir Alaydrus, yang diduga terkait kapasitasnya sebagai anggota Badan 
Anggaran (Banggar) DPR RI yang telah menyetujui anggaran Kemnag.

Sedangkan, terdakwa Dendy diduga telah mengupayakan sejumlah perusahaan untuk 
menjadi pemenang dalam proyek-proyek pengadaan milik Kemenag, yakni proyek 
pengadaan laboratorium komputer di Ditjen Pendidikan Islam tahun 2011 senilai 
Rp 31,2 miliar, pengadaan penggandaan Al Quran di Ditjen Bimas Islam tahun 2011 
senilai Rp 22 miliar dan penggandaan Al Quran di Ditjen Bimas Islam tahun 2012 
senilai Rp 50 miliar.

"Atas perintah terdakwa I (Zulkarnaen) kemudian terdakwa II (Dendy) 
bersama-sama Fahd El Fouz melakukan perhitungan rencana pembagian fee yang 
didasarkan pada nilai pekerjaan di Kemnag tahun 2011 dan 2012 yang ditulis 
tangan oleh Fahd pada lembaran kertas," kata jaksa Dzakiyul saat membacakan 
surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (28/1). 

Kemudian, Fahd selaku broker proyek sepakat menyerahkan proyek Kemenag kepada 
Abdul Kadir Alaydrus. Sebagai imbalan, Abdul Kadir harus menyetorkan fee 
sebesar 15 persen dari tiap nilai proyek.

Untuk memudahkan Fahd mengatur proyek di Kemenag, Zulkarnaen menghubungi 
sejumlah petinggi di Kemenag. Antara lain, Sesditjen Pendidikan Islam Affandi 
Mochtar, Sesditjen Bimas Islam Abdul Karim, dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin 
Umar yang saat ini menjabat Wakil Menteri Agama (Wamenag). (N-8)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke