Ref: Kalau penyakit dijadikan urusan bisnis, maka tentu saja pasien yang tidak 
berduit ditolak untuk berobat, karena tidak mendatangkan laba bagi rumah sakit. 
 Ayo ramai-ramai tepuk tangan sambil bersorak suka ria  dirgahayu rezim NKRI! 

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/03/10/mjfxql-pasien-kartu-jakarta-sehat-meninggal-setelah-ditolak-empat-rs


Pasien Kartu Jakarta Sehat Meninggal Setelah Ditolak Empat RS
Minggu, 10 Maret 2013, 17:42 WIB 





Kartu Jakarta Sehat 
A+ | Reset | A- 
REPUBLIKA.CO.ID, CILINCING--Pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS), Ana Mudrika (14 
tahun) meninggal setelah ditolak empat rumah sakit di Jakarta Utara. Kakaknya, 
Ayu Rahmawati (23) membenarkan kejadian itu.

Awalnya Selasa (5/3), warga Jl Inspeksi Kali Cakung Lama RT 02/010 Sukapura, 
Cilincing, Jakarta Utara ini dibawa ke RS Firdaus Sukapura setelah mengeluh 
sakit perut. Ia diduga keracunan setelah jajan sembarangan di sekolahnya, di 
SMP Nusantara. Ibu korban, Royati (38) membawanya untuk rawat inap disana. 

Ana menjalani rawat inap di RS Firdaus, selama dua hari. Ia hanya diinfus. 
Menurut Ayu, peralatan medis di rumah sakit ini tidak lengkap, sehingga Ana 
terpaksa dikeluarkan merujuk pada kondisinya yang semakin hari semakin menurun. 

Sebelum keluar, keluarga korban diharuskan membayar Rp 2 juta untuk tebusan. 
Pihak keluarga akhirnya membayar uang tebusan itu.

Dari RS Firdaus, Ana dilarikan ke RS Islam Sukapura, Kamis (7/3). Namun, rumah 
sakit itu menolak karena kamar penuh. Keluarga Ana, lalu ke RS Mulyasari, 
ternyata ada kamar kosong, namun rumah sakit ini tidak menerima pasien KJS 
karena pihak rumah sakit tidak kerjasama dengan pemerintah. 

Dari RS Mulyasari kemudian mereka ke RSUD Koja pada Jumat (6/3) pukul 01.00,  
yang ternyata juga penuh penuh. Selanjutnya mereka keRS Pelabuhan ternyata 
mendapat jawaban yang sama, ditolak karena kamar penuh.

Setelah itu, keluarga korban hampir putus asa tidak mendapatkan kamar untuk 
Ana, namun, Jumat (8/3) pagi, tiba-tiba pihak RS Islam Sukapura memberi kabar 
bahwa Ana mendapatkan kamar, karena pesanan kamar sudah dibatalkan pasein 
lainnya.

"Kami sempat minta tolong ke Pak RT agar dibuatkan surat ke rumah sakit'', ujar 
Ayu (10/3).

Selama di ruang ICU, sambung Tuti, Ana kondisi semakin menuru, bahkan pertunya 
makin membesar. Pihak keluarga mendapat informasi Ana sudah mengidap penyakit 
paru-paru selama 6 bulan. Akhirnya, Sabtu (9/3) pukul 09.00 Ana menghembuskan 
nafas terakhir di ruang ICU RS Islam Sukapura.

Direktur RSUD Koja, Togi Asman Sinaga mengatakan pihaknya tidak pernah menerima 
laporan masuk pasien Ana Mudrika. Sehingga tidak bisa berkomentar lebih banyak. 
''Coba pastikan dulu waktunya, laporan di rumah sakit kami tidak ada'', ujarnya.

Baik Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suheri dan Kepala Dinas 
Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dien Emawati, belum bisa dimintai keterangan 
atas kejadian ini. 

Ayu menambahkan, jenazah adiknya, Ana Mudrika telah dimakamkan di TPU Bumi, 
Sukapura, Sabtu sore (9/3), sehabis Ashar.


      Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke