http://www.suarapembaruan.com/home/jalan-rusak-dimana-mana-termasuk-di-cikeas/32103
Jalan Rusak Dimana-Mana, Termasuk Di Cikeas Selasa, 12 Maret 2013 | 16:40 Ilustrasi jalan rusak di mana-mana. [Dok.SP] [JAKARTA] Jalan rusak hampir merata di Jabodetabek, termasuk di depan kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Pantauan SP, baru-baru ini, kerusakan parah terjadi di ruas jalan Puri Cikeas hingga ke Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Kendaraan yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari lubang besar. “Sejak musim hujan tahun ini, jalan ini rusak parah. Tapi aneh, walau di depan kediaman Presiden, kok pemerintah diam aja ya,” kata Marthin, warga Cibubur, Jakarta Timur. Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Mustakim menyatakan, di daerahnya banyak jalan rusak bahkan ada yang parah dan rawan menyebabkan kecelakaan sehingga perlu segera diperbaiki. Di Jalan Raya Setu yang langsung berhubungan dengan perbatasan Bogor, misalnya kerusakan sampai empat kilometer dan sangat rawan menyebabkan kecelakaan, katanya di Cikarang, Selasa (12/3). Kerusakan jalan di Bekasi bukan saja terjadi di jalan lingkungan atau jalan negara, melainkann juga akses ke sejumlah kawasan industri yang mulai berlubang. "Akibatnya, akses ekonomi di lokasi itu menjadi terhambat akibat sulit dilalui kendaraan," katanya. Dia mencontohkan, akses jalan Kalimalang yang menghubungkan Cibitung sudah rusak di beberapa titik. "Hingga saat ini cekungan lubang mencapai 60 centimeter. Akibatnya, kendaraan berjalan perlahan-lahan dan mengakibatkan kemacetan," katanya. Ia mengakui alokasi APBD 2013 untuk perawatan dan perbaikan infrastruktur hanya dialokasikan Rp300 miliar, relatif sedikit daripada Rp1 triliun yang diajukan eksekutif "Alokasi anggaran itu hendaknya bisa dimanfaatkan secara maksimal," ujar Mustakim. Menurut politikus Demokrat itu, kerusakan jalan di Kabupaten Bekasi juga terjadi di sejumlah lokasi, khususnya penghubung dengan wilayah perbatasan seperti Karawang dan Kota Bekasi. Secara terpisah, Kepala Dinas Binamarga dan Pengelolaan Sumber Daya Air Pemkab Bekasi Jamaludin mengakui bahwa 60 persen kondisi jalan di wilayah setempat kondisinya masih rusak. Dia menambahkan, perawatan dan perbaikan jalan kawasan industri masih menjadi tanggung jawab Pemda Bekasi. Namun, kata dia, tahun 2013 ini pemerintah sudah memberi kewenangan kepada pengelola kawasan untuk memperbaiki sendiri. "Karena akses itu untuk bisnis kawasan tersebut," ujarnya. [Ant/L-8] [Non-text portions of this message have been removed]
