Sent:Wednesday, March 13, 2013 10:23 AM

Subject: 1,2 juta hektar
 

 
  
  
1.2 juta hektar hutan Aceh akan dikorbankan. Bencana ekologis menyebabkan 
kerugian ekonomi dan korban jiwa. Ayo desak Gubernur Zaini untuk merevisi 
rencana ini.      
Paraf Petisi Ini   
FX Lumanto -
Mengerikan ya gambarnya? Itulah yang terjadi jika Rencana Tata Ruang Wilayah 
(RTRW) Aceh 2013-2033 disahkan. Bayangkan, 1,2 juta hektar hutan lindung 
dijadikan lahan bisnis perkebunan sawit, penebangan kayu, jalan raya, sampai 
tambang.
Rakyat Aceh akan kehilangan perlindungan dari bencana kekeringan, longsor dan 
banjir. Satwa terancam punah. Satu lagi paru-paru terbesar nasional kita 
terancam “mati.”
Tahun lalu, ribuan tanda tangan Anda berhasil mendorong Gubernur untuk mencabut 
izin perusahaan perusak Hutan Tripa, Aceh. Sekarang, kita bisa ulangi 
keberhasilan itu demi semua hutan Aceh. Sejak terpilih, Zaini Abdullah berjanji 
membangun Aceh yang lestari. Paraf dan sebar petisi ini untuk ingatkan Gubernur 
janjinya memakmurkan Aceh.
Kata Dr. Irfan, penasehat akademis Gubernur, RTRW baru ini menyediakan banyak 
lahan untuk masyarakat. Kenyataannya itu hanya 14 ribu hektar, 1% dibandingkan 
potensi kehancuran dari 1.2 juta hektar untuk konsesi tambang, penebangan, 
perkebunan sawit, perusahaan kertas dan pulp.
Masyarakat aceh tidak menginginkan RTRW ini disahkan. Warga Tamiang telah 
somasi Gubernur Aceh, menolak perubahan fungsi dan meminta hutan Aceh dijaga. 
Mereka merasakan dampak kehancuran hutan tiap tahun, banjir melanda kebun, 
rumah, menghancurkan ekonomi warga hingga merenggut jiwa. Kita harus dukung 
mereka, #selamatkanAceh
Pekan depan ada konferensi Internasional mendukung RTRW lama. Jika isu ini 
diramaikan media dan media sosial, maka dukungan nasional dan internasional 
pada masyarakat Aceh untuk melindungi hutan akan kian kuat.Klik di sini, paraf 
dan sebar petisi menolak RTRW baru.
Untuk Indonesia yang lebih baik,
 
End of the Icons
www.endoftheicons.wordpress.com   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke