Ref: Prins charles bisa baca Alquran, siapa tahu mungkin akan pindah agama.
http://www.shnews.co/detile-16397-pangeran-charles-belajar-bahasa-arab.html Pangeran Charles Belajar Bahasa Arab Dina Damayanti | Jumat, 15 Maret 2013 - 15:00:58 WIB : 76 (Foto:dok/dailymail.co.uk) Pangeran Charles saat menghadiri peluncuran Qatar-UK Alumni Network di Qatar, Kamis (14/3). Calon Raja Inggris itu bisa membaca Alquran. DOHA - Ketika menjadi Raja Inggris, Pangeran Charles juga akan menjabat sebagai pemimpin gereja di Inggris. Namun ini bukan berarti menghentikan rasa keingintahuannya yang besar akan agama Islam. Calon Raja Inggris ini ternyata begitu serius mengenal Islam dengan mengambil les belajar bahasa Arab selama enam bulan. Itu sebabnya Pangeran Charles mampu membaca Alquran dalam bahasa aslinya dan menterjemahkannya saat berkunjung ke sejumlah masjid dan museum. Hal ini terungkap saat Kamis (14/3) kemarin Pangeran Charles menghadiri acara di ibu kota Qatar, Doha dalam rangkaian kunjungannya ke Timur Tengah selama sembilan hari bersama istrinya, Duchess of Cornwall. Saat itu, Pangeran Charles sedang menghadiri peluncuran Qatar-UK Alumni Network, kumpulan warga Qatar yang pernah bersekolah di berbagai universitas Inggris, ketika ketuanya Dr Mohammad bin Saleh Al-Sada menanyakan apakah ia bisa berbahasa Arab. "Saya pernah mencoba untuk mempelajarinya namun saya menyerah. Masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri," jawabnya. "Tidak ada kata terlambat untuk belajar," balas Dr Al-Sada. Salah seorang staf Pangeran Charles membenarkan bahwa ia pernah belajar bahasa Arab selama enam bulan. "Beliau sangat tertarik dengan kawasan ini," imbuhnya. Pangeran Charles fasih berbahasa Prancis, juga sedikit bahasa Jerman dan pernah mempelajari bahasa Wales. Ia sangat ingin mendorong terjadinya dialog antaragama dan pernah mengungkapkan bahwa ia mempelajari Alquran. Di acara itu, semua perempuan yang hadir mengenakan pakaian serba hitam dari ujung kepala hingga kaki, mengenakan penutup kepala tradisional shaila dan jilbab yang menutupi seluruh tubuh mereka. "Apakah Anda dulu mengenakan pakaian seperti ini (ketika tinggal di Inggris)?" tanya Pangeran Charles kepada Dnya Al-Yahri, lulusan Essex University berusia 28 tahun. "Tidak," jawabnya. Ahli IT itu kemudian mengatakan bahwa ketika kuliah dulu ia dan perempuan Qatar lainnya mengenakan pakaian ala Barat, dengan penutup kepala. Sementara itu, semua laki-laki yang ada di ruangan itu mengenakan thobe putih mulai dari leher hingga kaki, sambil mengenakan ghitra di kepala mereka yang diikat dengan igul. Kemudian Pangeran Charles pengadakan pertemuan tertutup dengan Sheikha Mozah binti Nasser, istri kedua sekaligus permaisuri dari Emir Qatar yang dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di negeri minyak itu. Dia juga merupakan pimpinan Yayasan Qatar, yang berupaya meningkatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan masyarakat di negeri itu, dan mungkin paling dikenal sebagai sponsor dari klub sepakbola Barcelona FC. [Non-text portions of this message have been removed]
