Ref: Kalau tidak artinya, maka mereka bertemu hanya untuk ketawa ketiwi? Apakah 
petinggi PDIP tidak dekat dengan jenderal-jenderal?

http://www.harianterbit.com/2013/03/14/tidak-ada-artinya-pertemuan-sby-dengan-7-pesiunan-jenderal/

Kamis, 14 Maret 2013 16:02 WIB 
Tidak Ada Artinya Pertemuan SBY dengan 7 Pensiunan Jenderal
kinoy — HARIAN TERBIT
 
Presiden SBY saat menerima 7 pensiunan jenderal di Istana Negara (google)
JAKARTA – Pertemuan SBY dengan sejumlah pensiunan jenderal dinilai sama sekali 
tak ada artinya. Alasannya, saat ini rakyat sudah pintar sehingga tak akan 
terpengaruh oleh langkah politis yang dilakukan oleh ketua Majelis Tinggi 
Partai Demokrat tersebut. Adalah politisi senior PDIP, AP Batubara, kemarin, di 
Jakarta.

“Pertemuan SBY dengan tujuh jenderal purnawirawan tersebut, sama sekali tak ada 
artinya,” tegas AP Batubara.

“Kalau di Malaysia, para tentara pensiun disebut sebagai Askar Tak Begune, 
karena mereka tak lagi memiliki prajurit. Jadi seperti yang sudah saya katakan, 
pertemuan itu sama sekali tak ada artinya.”

Seperti diberitakan, setelah bertemu dengan Prabowo, SBY sehari kemudian 
melakukan pertemuan dengan 7 jenderal purnawirawan, di antaranya Letjen Purn 
Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut AP, pertemuan itu terkesan seperti direkayasa menyusul dukungan yang 
diberikan para jenderal purnawirawan usai bertemu SBY di Istana Negara.

“Soal rekayasanya mau kemana, biar rakyat yang menilai sendiri,” tegasnya.

Khusus soal Luhut Panjaitan, AP Batubara menyarankan agar yang bersangkutan 
fokus saja sebagai pengusaha.

“Lebih baik Luhut fokus saja sebagai pengusaha,” katanya berkelakar.

“Sekarang ini mau jual jenderal gak laku. Rakyat udah pintar. Lebih baik 
menjual penyanyi seperti Ayu Ting Ting. Pasti laku,” tegasnya.

Jadi, janganlah SBY beranggapan kalau dia telah melakukan pertemuan dengan para 
purnawirawan, akan berdampak positif pada elektabilitas Partai Demokrat, 
katanya.

“Dulu memang ada jenderal yang begitu dicintai rakyat Indonesia. Mereka antara 
lain Jenderal Sudirman dan Jendetal AH Nasution,” sergahnya.

“Tapi sekarang ini tak ada lagi jenderal yang seperti mereka,” tutup AP 
Batubara. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke