http://www.equator-news.com/utama/20130317/ngelem-zatnya-buat-ngobatin-sakit-jiwa-lho

Minggu, 17 Maret 2013 
Ngelem,Zatnya Buat Ngobatin Sakit Jiwa Lho   
Tapi Itu 40 Tahun Silam
Pontianak-Kubu Raya – Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalbar Nursyam 
Ibrahim mengatakan perilaku anak yang suka menghirup aroma lem selain membuat 
pelakunya kecanduan juga bisa memutuskan ratusan urat saraf.

Aktivitas itu lebih berbahaya jika dilakukan anak-anak. Tidak hanya mengganggu 
perkembangan kesehatan anak, tetapi membuat anak menjadi ketergantungan seperti 
rokok.

“Jika urat saraf terputus, anak akan mengalami beberapa gangguan fisik. 
Misalnya malas belajar, nafsu makan berkurang, dan fisik melemah,” kata Nursyam 
menjawab konsultasi Rakyat Kalbar, Sabtu (16/3).

Dia melanjutkan, zat yang terdapat pada aroma lem tersebut biasanya disebut 
“lysergic acid” yang biasa digunakan untuk mengobati orang gangguan jiwa pada 
40 tahun silam.

Nursyam menegaskan bahwa kandungan zat ini tidak perlu dimasukkan dalam aturan 
hukum maupun undang-undang. Sebab, zat tersebut jelas penggunaannya pada 
usaha-usaha industri.

“Permasalahan saat ini kan disebabkan karena orang itu sendiri yang salah dalam 
penggunaannya. Yang perlu itu, dari orang tua melakukan pengawasan terhadap 
anak, jangan sampai memberikan ruang kosong bagi anak dalam melakukan tindakan 
seperti itu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Nursyam meminta peran aparat pemerintah lebih diintensifkan. Tak 
sekadar pernyataan atau sejenisnya. Juga, bagaimana melakukan pengawasan 
terhadap maraknya tingkah laku remaja ngelem.

“Satpol PP juga harus rutin melakukan patroli terhadap tempat-tempat yang 
diduga kosong sehingga bisa meminimalisasi terjadinya ngelem tersebut,” 
paparnya.

Nursyam menambahkan, pemerintah harus memberikan tempat bermain juga pada 
anak-anak dan remaja agar mereka bisa mengaktualisasikan bakat mereka.

Perilaku remaja yang sudah mengkhawatirkan
Dari pantauan Rakyat Kalbar, perilaku negatif sebagian anak-anak remaja saat 
ini sudah mengkhawatirkan. Bayangkan saja, banyaknya tindakan tak patut 
dicontoh. Seperti tawuran pelajar, kebiasaan bolos sekolah, suka minuman keras, 
kecanduan merokok, dan tidak jarang remaja zaman sekarang yang menggunakan 
narkoba. Tak mampu beli, malah ngelem.

Penyimpangan perilaku menjadi ukuran atas kurangnya moral dan akhlak diri.

Selain itu, teknologi internet juga merupakan teknologi yang memberikan 
informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja.

Apalagi, bagi anak muda, internet sudah menjadi santapan mereka sehari-hari. 
Update di situs jejaring sosial, misalnya. Jika digunakan secara semestinya 
tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, masyarakat akan 
mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan siswa/siswa yang 
menggunakan internet itu tidak semestinya. Misal saja, untuk membuka 
situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka 
yaitu handphone.

Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih 
sibuk dengan menggunakan handphone. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang 
tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan bahkan cuek dan tidak ada rasa 
peduli terhadap lingkungan. Karena, globalisasi menganut kebebasan dan 
keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati. Mereka juga terpengaruh 
terhadap tayangan media baik itu media massa maupun elektronik.

Lantas bagaimanakah upaya dari pemerintah untuk mengawasi atau menyikapi 
kenakalan remaja seperti ini?

Kepala Dishubkominfo Kubu Raya Suharyadi mengatakan selama ini mengantisipasi 
kenakalan remaja dengan imbauan pada setiap usaha warnet. Juga penyebaran atau 
peringatan sampai tingkat kecamatan melalui spanduk-spanduk tentang peringatan 
bahaya narkoba dan lainnya.

Selain itu, untuk jaringan informasi atau jaringan sosial, Dishubkominfo 
sendiri merupakan pembina pada tiap-tiap warnet yang ada. “Di warnet juga 
diharapkan dapat membantu dalam membatasi bagi anak-anak remaja yang bermain 
pada saat jam belajar atau pegawai dinas untuk melarang bahkan melaporkan 
kepada kita agar dapat ditindak,” ungkapnya kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (16/3).

Sementara, untuk pengambilan tindakan langsung, kata Suharyadi, tentulah bukan 
wewenang dari pihaknya. “Kita terus lakukan ini, dan ini pun lumayan efektif 
mencegah kenakalan remaja karena masyarakat kita juga sangat proaktif 
melaporkan kenakalan remaja,” paparnya

Kasatpol PP Kubu Raya Andi Hasriady mengungkapkan bahwa kenakalan remaja di 
Kubu Raya sendiri tidak terlalu tampak, apalagi perbuatan ngelem. “Kenakalan 
remaja kita di sini gak sampai segitu, kita tahu sendiri kenakalannya hanya 
berupa kebut-kebutan saja di jalan,” ungkapnya, meski sangat disayangkan, 
kebut-kebutan disebut sebagai “hanya”.

Lanjutnya, dari pihaknya sendiri tetap melakukan pengawasan terhadap 
tempat-tempat yang disinyalir dijadikan remaja sebagai tempat tindakan asusila 
maupun ngelem tersebut seperti kuburan maupun Tugu Ambawang. Terus dilakukan 
pemantauan.

“Kita memantaunya memang tidak rutin, tapi ada pemantauan. Alhamdulillah untuk 
remaja kita di sini masih amanlah dalam berbuat ngelem,” demikian Andi Hasriady.

(Reporter: Taufiq, Editor: Mohamad iQbaL)





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke